Melihat Halal bi Halal di Borobudur

id borobudur, lebaran
Melihat Halal bi Halal di Borobudur
(FOTO ANTARA/Anis Efizudin)
Borobudur, Jateng (antarasulteng.com) - Halalbihalal para pegiat berasal dari beberapa komunitas di sekitar Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (2/8) malam, untuk meningkatkan semangat berkarya setelah berlebaran, kata Koordinator Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) Umar Chusaeni.

"Kegiatan halalbihalal ini mempunyai tujuan untuk mempererat jalinan antarkomunitas dengan berbagai kegiatan agar ke depan ini, setelah Lebaran, masing-masing komunitas dapat meningkatkan semangat dalam berkarya," katanya di Borobudur, Sabtu (2/8) malam.

Halalbihalal mereka selenggarakan sebagai kerja sama antara KSBI dengan Pondok Seni Boedihardjo sekitar 500 meter timur Candi Borobudur, antara lain ditandai dengan tausyiah ulama, pidato kebudayaan, dan pentas beberapa kesenian.

Beberapa komunitas yang terlibat dalam kegiatan itu, selain KSBI juga para pegiat seni pedalangan, dongeng anak, pelukis, dan pekerja kerajinan rakyat.

Pentas kesenian, antara lain pembacaan puisi oleh penyair Magelang, Es Wibowo yang membawakan karyanya berjudul "Borobudur, Tatal Tumingal", tarian "Sirih Kuning" oleh sejumlah penari Sanggar Kinara Kinari Pondok Tingal Borobudur pimpinan Eko Suyoto, pentas musik humor oleh grup "Adakalanya", dan musik keroncong.

Ia mengatakan instalasi pementasan secara khusus pada Lebaran 2014 diwarnai dengan nuansa budaya Betawi, seperti hiasan kembar mayang dan ondel-ondel khas daerah itu.

"Untuk memperkaya khasanah budaya para pegiat komunitas Borobudur tentang kekayaan budaya dari daerah lain, kali ini kami hias dengan budaya Betawi," katanya.

Selain itu, katanya, mereka yang hadir juga mendapat suguhan aneka makanan khas Betawi, seperti kerak telur, opor betawi, dan aneka es khas Betawi.

Sejumlah wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke Candi Borobudur dengan kawasannya, antara lain berasal dari Prancis, Belanda, dan Amerika Serikat, juga hadir pada kesempatan itu.

"Borobudur ini menjadi simbol hubungan tradisi antarbudaya nusantara. Borobudur juga pusat seni dan budaya dunia," katanya.

Editor: Riski Maruto

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Baca Juga