Selasa, 17 Oktober 2017

IMF: Fed "Dapat Menahan" Kenaikan Suku Bunga

id imf
IMF: Fed
IMF (antaranews)
Pandangan umum kami bahwa mereka memiliki fleksibilitas untuk menunda,
Washington,  (antarasulteng.com) - Dana Moneter Internasional (IMF), Kamis, mengatakan bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk menunda kenaikan suku bunga saat ini di tengah situasi ekonomi global yang "sangat bergelombang".

"Pandangan umum kami bahwa mereka memiliki fleksibilitas untuk menunda," kata juru bicara IMF William Murray, menambahkan bahwa Fed "harus melaksanakan secara bertahap" rencana serangkaian kenaikan suku bunganya.

Murray, berbicara kepada wartawan, mengatakan Dana memperkirakan bank-bank sentral di ekonomi seperti Amerika Serikat dan Inggris akan mulai menaikkan suku bunga secepatnya mengingat kenaikan pertumbuhan dalam ekonomi mereka.

Tetapi ia menyatakan masih ada waktu untuk menunggu sebelum mengambil langkah pertama.

"Situasi global sangat bergelombang," katanya, dan pandangan IMF adalah bahwa The Fed "harus melaksanakannya secara bertahap" dengan rencananya untuk mulai menaikkan suku bunga pertama kalinya sejak 2006.

The Fed telah mempertahankan suku bunga acuan federal fund pada tingkat nol sejak 2008 untuk menarik kembali perekonomian dari krisis ekonomi.

Sejak tahun lalu telah ada tanda-tanda kemungkinan kenaikan suku bunga pertama pada suatu waktu tahun ini, dengan mata sekarang tertuju pada pertemuan kebijakan 16-17 September untuk kemungkinan langkah tersebut.

Tetapi Murray menunjukkan bahwa tekanan inflasi dan upah AS, dua barometer penting untuk keputusan Fed, "masih lemah".

Itu berarti bank sentral AS "dapat menahan suku bunga rendah hingga ada tanda-tanda yang lebih nyata dari upah atau inflasi harga daripada bukti saat ini."

Ketika Fed melakukan tindakan, Murray menekankan, komunikasi yang jelas dari tujuan kebijakannya "sangat penting sehingga negara-negara secara luas di seluruh dunia dapat menyesuaikan."

Prospek lambat serangkaian kenaikan suku bunga di Amerika Serikat sejak dua tahun lalu telah memicu arus keluar modal dari negara-negara berkembang dan membantu mengirim mata uang mereka jatuh.

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga