Jumat, 24 Maret 2017

Pembangunan PLTG Di Palu Dalam Proses

id pertamina
 Pembangunan PLTG Di Palu Dalam Proses
PT Pertamina (ANTARANews.com/ferly)
Saat masih dalam proses, yang pastinya rencana tersebut akan direalisasikan oleh PT Pertamina
Palu,  (antarasulteng.com) - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Kecamatan Tawaeli Kota Palu, masih dalam proses perijinan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Palu, Ansyar Sutiadi mengemukakan rencana PT Pertamina Tbk membangun PLTG di Kota Palu masih membutuhkan beberapa tahapan sebelum dilakukan peletakkan batu pertama pembangunan proyek energi tersebut.

"Saat masih dalam proses, yang pastinya rencana tersebut akan direalisasikan oleh PT Pertamina," kara Ansyar Sutiadi, di Palu, Senin.

Ia menyebutkan, keseriusan Pertamina terlihat saat perusahaan milik negara itu bersedia menandatangani memorandum Of understanding (MoU) di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) beberapa pekan kemarin.

Saat ini, kata dia, PT Pertamina membutuhkan beberapa kelengkapan administrasi sebagai syarat dalam pelaksanaan pembangunan PLTG.

Persyaratan tersebut urai dia, diantaranya yakni studi lingkungan, mengenai dampak terhadap ekosistem dan lainnya terkait pembangunan energi tersebut.

Dirinya mengakui bahwa, Palu masih mengalami kekurangan energi listrik sehingga dibutuhkan keterlibatan pihak ketiga dalam pembangunan untuk ketersediaan energi tersebut.

Bahkan, kata dia, Palu yang ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan pusat industri dan logistik kawasan timur indonesia, tentu membutuhkan ketersediaan energi listrik yang memadai.

"Beruntung ada PT Pertamina yang bersedia untuk berinvestasi membangun energi listrik tenaga gas. Ini sangat membantu pemerintah dalam ketersediaan energi," Sebutnya.

Sebelumnya, Pejabat Sementara Walikota Palu H Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan PT Pertamina akan menyuplai gas dengan pipa bawah dari Bontang, Kalimantan Timur.

"Pertamina memiliki keahlian dan riset serta studi mengenai pipanisasi bawah laut. Olehnya, pasokan gas untuk pembangkit listrik tenaga gas akan melewati bawah laut," ujarnya.

Pemkot Palu, kata dia, hanya menyediakan lahan atau tempat, sedangkan PT Pertamina memfasilitasi semua jenis pembangunan mulai dari studi kelayakan, pipanisasi bawah laut hingga pembangunan pembangkit listrik.

Ia mengutarakan, gas yang disuplai oleh Pertamina dari Bontang tidak hanya diperuntukan untuk energi listrik melainkan juga diperuntukan untuk kebutuhan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu dan kebutuhan dasar masyarakat.

Dia mengakui bahwa Palu dengan jumlah penduduk kurang lebih 400 ribu jiwa saat ini sedang berupaya membenahi dirinya untuk kemajuan dan peningkatan pembangunan disemua sektor.

"Palu jika ingin sejajar dengan maju di Indonesia, maka harus memantapkan ketersediaan infastruktur dan sarana prasarana, untuk keberlangsungan pembangunan. Nah, salah satu dari saran tersebut ialah ketersediaan energi listrik yang memadai," katanya. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga