Kamis, 21 September 2017

Disperindag Sulteng Waspadai Spekulan Sembako

id abubakar
Disperindag Sulteng Waspadai Spekulan Sembako
Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sulteng Abubakar Almahdali (dikda.sulteng.go.id)
Ini sangat memungkinkan karena permintaan masyakarat terhadap beberapa jenis bahan pokok menjelang dua hari raya itu akan meningkat drastis
Palu,  (antarasulteng.com) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah terus mewaspadai kemungkinan adanya tindakan spekulasi oleh oknum distributor dan pengecer bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2016.

"Ini sangat memungkinkan karena permintaan masyakarat terhadap beberapa jenis bahan pokok menjelang dua hari raya itu akan meningkat drastis," kata Kepala Dinas Perindag setempat, Abubakar Almahdali di Palu, Selasa.

Ia mengaku ada beberapa jenis bahan kebutuhan masyarakat yang sepekan ini terjadi kenaikan harga sehingga perlu mendapat perhatian serius pemerintah, antara lain telur ayam, susu, mentega, gula pasir dan tepung terigu.

Telur ayam naik dari Rp1.200 menjadi Rp1.300/butir, gula pasir dari Rp12 ribu menjadi Rp12.500/kg dan susu kental manis dari Rp10 ribu, menjadi Rp11.000/kaleng.

Menurut dia, meski kenaikannya masih wajar, tetapi jika dibiarkan tidak tertutup kemungkinan kebutuhan lainnya ikut bergerak naik.

Karena itu, Pemprov Sulteng sejak awal terus melakukan pemantauan dan intervensi dengan salah satu kegiatan adalah pelaksanaan pasar murah.

"Pasar murah sudah kami lakukan dua hari lalu," kata Abubakar.

Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan bagi distributor dan pengecer yang menimbun stok atau menaikan harga secara sepihak.

"Saya tegaskan jika ada yang berani melakukannya, maka yang bersangkutan dipastikan dijatuhi sanksi," katanya.

Ia juga meminta partisipasi masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui ada penimbunan stok bahan kebutuhan pokok atau barang lainnya karena tindakan seperti itu sangat merugikan pemerintah dan masyarakat.

"Lapor segera jika ada pedagang atau distributor yang menibun stok atau memperjual-belikan barang kadaluarsa," pintanya.  

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga