Rabu, 20 September 2017

Sepak Bola - Pelatih Sulteng Optimistis Raih Tiket Ke PON

id sepakbola
Sepak Bola - Pelatih Sulteng Optimistis Raih Tiket Ke PON
Sepak Bola (antaranews)
Saya optimistis, sepak bola merupakan cabang olahraga terakhir melaksanakan prakualifikasi PON
Palu,  (antarasulteng.com) - Pelatih sepak bola Pra-PON Sulawesi Tengah, Kamaluddin menyatakan optimistis tim yang diasuhnya mempu merebut tiket ke PON Jawa Barat menjelang babak kualifikasi yang akan akan berlangsung di Bandung pertengahan Maret 2016 ini.

"Saya optimistis, sepak bola merupakan cabang olahraga terakhir melaksanakan prakualifikasi PON," katanya di Palu, Rabu.

Di babak kualifikasi, tim Sulteng akan menghadapi dua provinsi yang ada di Pulau Sulawesi yakni Sulut dan Gorontalo.

Melihat materi pemain dan catatan prestasi tim Sulteng, Kamaludin yakin bisa mencuri kemenangan dalam setiap pertandingan.

Menghadapi lawan-lawan tersebut, ia telah menyiapkan strategi khusus untuk mencuri poin. namun dia enggan menjelaskan lebih lanjut soal strategi dimaksud, kecuali mengatakan anak-anak binaannya sangat siap bertanding untuk merebut tiket ke pesta olahraga empat tahunan itu.

"Anak-anak sudah siap dan kami mempersiapkan diri jauh hari sebelum melakoni babak kualifikasi PON," kata dia.

Cabang sepak bola terakhir kali lolos pada PON di Kalimantan. Namun saat itu tim Sulteng gagal berlaga di babak selanjutnya karena tersingkir lebih awal.

Bahkan, tim PON Sulteng pada waktu itu harus pulang kampung lebih awal.

Jika lolos ke PON XIX, kata Kamaludin, ia akan kembali menggodok para pemain untuk bisa mengukir prestasi di PON nanti.

"Yang penting adalah bagaimana kita lolos dulu," kata dia.

Kepala Sekretariat dan Humas KONI Sulteng, Ardiles Edison mengatakan jika sepak bola lolos, maka jumlah cabang yang akan diikuti Sulteng di PON XIX menjadi 23 cabang.

Semakin banyak cabang yang lolos, tentu semakin terbuka lebar peluang Sulteng untuk mengumpulkan pundi-pundi medali.

Target Sulteng di PON kali ini meningkatkan peringkat dari papan bawah ke posisi lebih baik.  

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga