Minggu, 25 Juni 2017

Dana Desa 2015 Di Lembantongoa Bangun Irigasi

id irigasi
Dana Desa 2015 Di Lembantongoa Bangun Irigasi
Ilustrasi--Sebuah saluran irigasi untuk pengairan sawah (ANTARANews)
Palu,  (antarasulteng.com) - Dana desa yang dialokasikan pemerintah pusat untuk Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi diprioritas membangun saluran irigasi untuk peningkatan produksi padi di wilayah itu.

"Pada 2015, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo menerima dana desa sebesar Rp277 juta," kata Tobin Sirimpa, salah seorang aparat Desa Lembantongoa, Sabtu.

Ia mengatakan dana desa digunakan selain membangun saluran irigasi desa, jembatan dan pelatihan budidaya ikan.

Semua kegiatan yang terkait dengan dana desa, katanya sudah rampung dan telah dinikmati oleh masyarakat setempat yang rata-rata adalah petani.

Misalnya, saluran irigasi yang baru saja selesai dibangun menggunakan dana desa, kini sudah mengairi sawah petani.

Dengan adanya saluran irigasi yang memadai,niscaya hasil panen petani meningkat pada musim tanam (MT) 2016 ini.

Selama ini, kata dia, petani cukup kesulitan mendapatkan suplai air karena belum tersedianya saluran irigasi memadai seperti sekarang ini.

Selain mendapatkan bantuan dana desa, juga anggaran dana desa (ADD). Pada 2015, Desa Lembantongoa memperolehan ADD sebesar Rp485 juta.

Dana itu dimanfaatkan untuk membangun kantor desa. drainse, pengadaan ATK dan juga operasional aparat pemerintah desa.

"Jadi total dana desa dan ADD Desa Lembantongoa pada 2015 yang dialokasikan pemerintah pusat mencapai sekitar Rp770 juta," kata Tobin.

Ia mengatakan tahun anggaran 2016 ini, belum diketahui berapa dana desa dan ADD yang dialokasikan pemerintah pusat untuk Desa Lembantongoa.

Zakeus, salah seorang tokoh masyarakat di desa itu, membenarkan adanya sejumlah kegiatan yang dibiayai dana desa dan ADD.

Salah satu contoh, pembangunan saluran irigasi desa yang mengairi sawah-sawah petani di Desa Lembantongoa, salah satu desa di Kecamatan Palolo yang hingga kini masih membutuhkan prasana jalan memadai.

Jalannya sudah bisa dilalui mobil, tetapi jika hujan deras seringkali longsor.

"Kami berharap Pemkab Sigi bisa meningkatkan badan jalan dengan dilapisi aspal sehingga arus lalu lintas kendaraan semamin lancar dan petani tidak kesulitan memasarkan hasil pertanian, perkebunan dan hutan," pinta Zakeus. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga