Sabtu, 19 Agustus 2017

NU Palu: Islam Jelas Bukan Agama Ekstrim

id nu, muhammdiyah
NU Palu: Islam Jelas Bukan Agama Ekstrim
Nahdatul Ulama (antaranews)
Islam agama Rahmatan Lil`alamin yang mengajarkan kepada umat-nya untuk saling mengasihi dan menyayangi sesama manusia di muka bumi, untuk kedamaian dan ketentraman
Palu,  (antarasulteng.com) - Ketua Nahdlatul Ulama Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Ubay Harun menegaskan bahwa Islam jelas-jelas bukanlah agama ekstrim yang membenarkan dan menyuruh umat-nya untuk berbuat kekerasan terhadap sesama manusia.

"Islam agama Rahmatan Lil`alamin yang mengajarkan kepada umat-nya untuk saling mengasihi dan menyayangi sesama manusia di muka bumi, untuk kedamaian dan ketentraman," ucapnya di Palu, Senin.

Dikatakan, Islam sangat toleran terhadap nilai-nilai kemanusiaan, dan Islam bukan-lah agama yang menyuruh penganutnya untuk bertindak ekstrim ketika menyikapi suatu prblem dan dinamika.

Olehnya, sebut dia, jika ada praktek ekstrimisme yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap sesama manusia di provinsi Sulawesi Tengah, maka itu bukan berasal dari kalangan umat Islam.

Sebab Islam bukanlah agama yang menyikapi suatu dinamika atau problem dengan cara yang mengedepankan kekerasan, baik kekerasan intelektual yang bersifat doktrin keras dan radikal atau kekerasan dalam tindakan.

Melainkan Islam selalu mengedepankan intelektual yaitu berdiplomasi atau dialog, bermusyawarah dalam menyikapi suatu dinamika dan problem yang terjadi baik menyangkut masalah keagamaan, umat maupun masalah lainnya.

"Islam sangat tidak membenarkan menyelesaikan masalah atau menyikapi suatu masalah dan dinamika dengan cara - cara kekerasan, intimidasi dan lainnya. Olehnya, penganut Islam tidak akan melakukan cara - cara itu, melainkan lebih mengedepankan cara - cara yang santun," ujarnya.

Dirinya juga meminta kepada sekelompok orang agar tidak mengatasnamakan gerakannya dengan gerakan Islam atau mengatasnamakan agama dalam tindakan yang dinilai oleh banyak orang sangat bertentangan dengan nilai - nilai keislaman.

Menyusul membawa nama agama merupakan perbuatan yang mencederai banyak orang atau penganut pada agama tertentu, sehingga menimbulkan kemarahan dan kebencian terhadap pihak - pihak yang gerakannya mengatasnamakan agama.

"Mestinya kita tidak harus egois dalam bertindak, serta terburu buru menamakan suatu gerakan. Sebab egois dan sentimen yang berlebihan akan mendapat respon yang kurang baik. Apalagi jika gerakan yang dibangun tidak sesuai dengan ajaran Islam," sebutnya. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga