Selasa, 27 Juni 2017

Festival Palu `Nomoni` Diharapkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi

id palu, festival
Festival Palu `Nomoni` Diharapkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Festival Palu Nomoni 2016 (indonesia.travel)
Palu,  (antarasulteng.com) - Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Hidayat mengatakan Festival Pesona Palu `Nomoni` 2016 yang diluncurkan Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, 20 Juni, diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Karena itu, katanya di Palu, Kamis, festival itu bisa menjadi peluang bagi pelaku perbankan untuk berpromosi.

"Di dalam kegiatan itu ada ring III. Ada panggung pertunjukan seni budaya Nusantara. Di sini perbankan bisa masuk mengambil bagian untuk promosi," katanya di depan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam acara buka puasa bersama dan sosialisasi peraturan sektor jasa keuangan kepada pelaku industri perbankan dan pembiyaan di Kantor Wali Kota Palu.

Hidayat mengatakan Festival Pesona Palu `Nomoni` yang sebelumnya bernama Festival Teluk Palu ditargetkan akan menyedot perhatian publik dari berbagai pelosok Nusantara dan dunia internasional sehingga kegiatannya diluncurkan di Jakarta oleh Menteri Pariwisata.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan pembiayaan mencapai Rp3 miliar dari Kementerian Pariwisata.

Dia mengatakan kegiatan tersebut dibagi dalam empat ring. Setiap ring memiliki kegiatan dan daya tarik tersendiri sehingga menarik dikunjungi para wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

Di ring I, kata Hidayat, akan ditampilkan alat musik adat Kaili berupa lalove (alat musik tiup) dan gimba (alat musik tabuh) di Teluk Palu sepanjang 7,2 kilometer.

Sepanjang teluk itu kata dia, akan dinyalakan 520 titik obor dengan melibatkan sekitar 1.500 penabuh gimba dan peniup lalove.

"Obor akan dinyalakan secara serentak. Begitu juga lalove dan gimba akan dibunyikan serentak," katanya.

Pada ring II terdapat kegiatan ritual adat seperti balia, dimana para pemerannya menari di atas api yang membara.

Sementara pada ring III terdapat panggung pertunjukan seni budaya nusantara.

"Semua etnis silahkan tampil di sini. Ini panggung yang kami sediakan," katanya.

Hidayat berharap para pelaku perbankan dapat ikut serta mengambil bagian dari beberapa ring pertunjukan tersebut baik dalam promosi produk maupun mengedukasi masyarakat.

Pada ring IV, kata Hidayat, sepanjang Teluk Palu, selama kegiatan berlangsung tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi karena panitia telah menyiapkan angkutan tradisional berupa dokar.

Seluruh akses jalan menuju Teluk Palu, kata Hidayat akan ditutup untuk kendaraan umum. Jika masyarakat ingin menikmati pertunjukan dipersilahkan menggunakan transportasi dokar.

Rencananya puncak acara akan berlangsung pada 24-26 September 2016. "Pada 27 September kami akan langsungkan upacara peringatan HUT ke-38 Kota Palu," katanya. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga