Harga Komoditi Perkebunan Di Palu Bertahan

id kopra

Kopra (antara)

...naik-turunnya harga tergantung perkembangan harga di tingkat pabrik di daerah itu
Palu,  (antarasulteng.com) - Harga sejumlah komoditas perkebunan di pasaran Kota Palu hingga kini masih bertahan seperti sebelumnya.

Pantauan di sejumlah pedagang pengumpul hasil bumi di Palu, Senin, harga kakao berkisar Rp35.000/kg, kopra Rp8.000/kg, kemiri Rp20.000/kg dan cengkih Rp100.000/kg.

Khusus untuk kakao, kata Rudi, seorang pengumpul, naik-turun harga komoditi itu mengikuti perkembangan pasar internasional.

Tetapi komoditi cengkih, kopra dan kemiri biasanya mengikuti perkembangan harga di pasaran dalam negeri.

Kopra dan cengkih, kata dia, selama ini diantarpulaukan pedagang dari Palu ke Surabaya.

"Jadi naik-turunnya harga tergantung perkembangan harga di tingkat pabrik di daerah itu," katanya.

Saat ini sedang berlangsung panen raya cengkih di sejumlah daerah di Sulteng.

Namun di tengah-tengah panen raya, harga cengkih di tingkat petani turun. Harga cengkih di tingkat petani dalam sepekan ini turun tinggal berkisar Rp90.000/kg dari sebelumnya sempat naik menjadi Rp100.000/kg.

Benny, seorang petani di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Muotong membenarkan harga cengkih di wilayah itu turun.

Padahal, kata dia, petani berharap harga cengkih bisa membaik, tetapi justru turun.

"Kami tidak tahu apa penyebabnya," kata ayah satu putra itu.

Sulteng merupakan salah satu daerah penghasil cengkih, kakao dan kopra di Pulau Sulawesi. 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar