Minggu, 25 Juni 2017

Kadis Perikanan Donggala Ali Assagaf dilantik di atas kapal ikan

id DKP
Kadis Perikanan Donggala Ali Assagaf dilantik di atas kapal ikan
Bupati Donggala Kasman Lassa disamping Kadis Perikanan Ali Assagaf (kanan) memberikan keterangan pers di atas kapal usai pelantikan di PPI Donggala, Rabu petang (28/12) (Antarasulteng.com/Rolex Malaha)
Kasman Lassa: Kepala Dinas dan staf harus lebih sering turun lapangan untuk mengecek keberadaan nelayan.
Donggala (antarasulteng.com) - Bupati Donggala H. Kasman Lassa, SH melantik Ali Assagaf sebagai Kepala Dinas Perikanan setempat di atas sebuah kapal penangkap ikan bertonase 30 GT di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Donggala, Rabu petang.

Selain Ali Assagaf, bupati yang didampingi Sekkab dan Ketua DPRD Donggala dan disaksikan ratusan nelayan yang memadati sembilan buah kapal penangkap ikan itu, juga melantik para pejabat eselon III dan IV lingkup Dinas Perikanan Donggala.

Pelantikan dimulai sekitar pukul 17.00 Wita. Semua pejabat yang akan dilantik menggunakan pelampung berwarna oranye. Ombak di laut yang sebelumnya cukup kencang, menjadi teduh saat upacara pelantikan dimulai.

Bupati Kasman Lassa mengemukakan bahwa Ali Assagaf dan seluruh pejabat eselon III dan IV dilantik kembali untuk periode berikutnya karena dinilai sukses menjalankan tugas sesuai dengan visi dan misi bupati dan telah menjadi `team work` yang baik sehingga capaian-capaian pelaksanaan tugas dinas ini cukup memuaskan.

"Saya sengaja memerintahkan staf agar pelantikan Kepala Dinas Perikanan ini dilakukan di atas kapal nelayan, supaya ke depan, para pejabat ini lebih fokus dalam memberdayakan nelayan dan meningkatkan kesejahteraan," ujarnya disambut tepuk tangan para nelayan.

Kasman menambahkan; `saya tidak mau ada nelayan yang miskin, karena itu kepala dinas dan seluruh staf harus lebih sering turun ke nelayan, tanyakan apa masalah mereka dan lakukan langkah-langkah pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan mereka.`

Bupati menegaskan bahwa ke depan, pihaknya akan lebih banyak lagi mengalokasi anggaran dan program pemberdayaan untuk nelayan, setelah pada 2016 ini, telah memerikan batuan sarana dan prasarana penangkapan ikan seperti kapal dan alat tangkap, pabrik es, stasiun pengisian bahan bakar, pelabuhan pendaratan ikan, pasar, rumah nelayan, pabrik es, genset serta excavator untuk petambak.

"Ada 1.000 nelayan yang kami bantu pada 2016 ini dengan sarana, prasarana dan fasilitas pendukung kesejahteraan nelayan tersebut," katanya.

Sebenarnya, kata Kasman, tidak ada lagi belayan yang miskin karena begitu kayanya daerah ini dengan potensi perikanan baik laut maupun darat (tambak). Hanya saja selama ini nelayan masih sangat kekurangan sarana dan prasarana serta fasilitas yang menopang mereka meningkatkan produksi.

Karena itu, selain bantuan-bantuan tersebut, mulai 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Donggala atas dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengasuransikan 2.700 nelayan pada PT. Asuransi jasa Indonesia (Jasindo).

Program asuransi nelayan ini, kata Kasman, akan memberikan santunan kepada ahli waris nelayan yang meninggal karena kecelakaan saat melaut sebesar Rp200 juta.

Kalau meninggalnya di darat akibat kecelakaan kendaraan bermotor atau karena menderita suatu penyakit, maka ahli warisnya akan mendapat santunan Rp160 juta," ujar Rahmat.

Sedangkan bila nelayan bersangkutan membutuhkan perawatan kesehatan setelah mengalami kecelakaan di laut atau di darat, akan mendapat bantuan biaya perawatan maksimal Rp20 juta. Bila mengalami cacat tetap, akan diberikan santunan maksimal Rp100 juta. Nilai santunan akan disesuaikan dengan prosentase kecacatan menurut dokter ahli.

"Nelayan harus dijamin keselamatannya saat melaut, dan kalaupun terpaksa terjadi musibah, maka keluarganya harus dilindungi dari kerentanan sosial. Program asuransi inilah yang akan membantu melindungi nelayan dan keluarganya dari ancaman kemiskinan bila kepala keluarganya mengalami musibah saat bekerja," ujar Kasman lagi. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga