Selasa, 21 Februari 2017

Publikasi ilmiah internasional Indonesia mampu terbaik di ASEAN

id buku
Publikasi ilmiah internasional Indonesia mampu terbaik di ASEAN
Illustrasi (ANTARANews)
Medan (antarasulteng.com) - Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Medan, Dr Mutsyuhito Solin MPd, bependapat, publikasi ilmiah yang dihasilkan dosen Indonesia, diharapkan mampu yang menjadi yang terbaik di Asia Tenggara atau ASEAN.

"Sebab, penelitian yang dibuat tenaga pengajar Indonesia itu, terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan dinilai sangat bagus," kata Solin, di Medan, Selasa.

Apalagi, menurut dia, angka publikasi ilmiah internasional Indonesia yang terindeks Scopus pada 2015 hanya sekitar 5.000 jurnal.Namun, pada 5 Desember 2016, meningkat menjadi 9.012 jurnal ilmiah.

Baca Juga : Universitas Indonesia targetkan 1.500 publikasi ilmiah pada 2016

"Hal tersebut, benar-benar sangat luar biasa, dan mengejutkan di kalangan peneliti ilmiah perguruan tinggi Indonesia," ujar Solin.

Ia mengharapkan, publikasi ilmiah internasional itu, terus semakin ditingkatkan kualitasnya, dan dosen yang menulis jurnal semakin bertambah banyak. 

Saat ini, publikasi ilmiah internasional dari Indonesia dinilai baik dan diperhitungkan.Dan jika setiap tahunnya terus meningkat, maka Indonesia bisa menjadi contoh di Asia Tenggara.

"Bahkan, jurnal ilmiah internasional Indonesia yang telah terakreditasi sudah hampir menyamai Thailand, hal ini merupakan prestasi luar biasa," ujarnya.

Solin mengatakan, kemampuan penelitian dosen Indonesia, dan tidak kalah dengan dosen yang ada di Asia Tenggara, maupun negara-negara dunia. 

Selain itu, dosen Indonesia juga dikenal memiliki pengalaman yang cukup luas, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta objek penelitian sangat berbobot.

Baca Juga : Unair-Universitas Taiwan kerja sama tingkatkan publikasi ilmiah

Oleh karena itu, katanya, tulisan para dosen yang berhasil masuk jurnal ilmiah internasional dapat diberikan penghargaan, karena mereka telah mengharumkan nama baik perguruan tinggi Indonesia.

"Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dapat memberikan bantuan bea siswa terhadap dosen yang berprestasi itu," kata dia.

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga