Rabu, 29 Maret 2017

Warga Rebutan Sembako Di Pasar Murah Imlek

id pasar, murah
Warga Rebutan Sembako Di Pasar Murah Imlek
Pasar Murah Pasar murah sembako diserbu warga dalam rangka hari imlek di lapangan Nunu Kecamatan Tatanga, 24-25 Januari 2017 (Foto Anas Masa)
Palu,  (antarasulteng.com) - Warga Kota Palu, Sulawesi Tengah, tampak berebut untuk membeli bahan pokok komoditi pangan bersubsidi yang dijual dalam rangka pasar murah menyambut Imlek 2017 yang digelar Dinas Perindag Sulteng selama dua hari, 24-25 Januari 2017.

Pasar murah yang berlokasi di Kecamatan Tatanga, Kota Palu itu, Rabu, tampak mendapat perhatian banyak masyarakat terutama warga sekitas lokasi pasar murah.

Sejak hari pertama kegiatan itu digelar oleh Pemprov Sulteng, langsung dipadati warga yang berdatangan dari segala penjuru Kota Palu.

Dari beberapa komoditi yang dijual di pasar murah dalam rangka menghadapi hari raya Imlek tersebut, ada tiga di antaranya yang paling banyak diminati adalah minyak goreng, gula pasir dan cabai.

Tiga komoditi pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat itu dijual relatif murah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah Zainuddin mengatakan BI Perwakilan Sulteng memberikan subsidi untuk tiga komoditi yakni cabai, gula dan minyak goreng selama digelar pasar murah senilai Rp5 juta.

Karena itu, harga ketiga jenis sembako itu sangat murah jika dibandingkan dengan harga di tingkat pengecer.

Gula pasir misalnya, dijual hanya Rp12.500/kg, cabai Rp65.000/kg dan minyak goreng Rp12.000/liter. Harga gula pasir di pasaran saat ini berkisar Rp14.000/kg, cabai rawit mencapai Rp80.000/kg dan minyak goreng Rp15.000/kg.

Ny Zakia, seorang ibu rumah tangga mengatakan kegiatan itu sangat membantu masyarakat, khususya menengah ke bawa karena harga yang ditawarkan terhadap semua komoditi yang dijual sangat murah.

Kadis Perindagkop Sulteng ABubakar Almahdali sebelumnya mengatakan pasar murah ini tidak hanya untuk membantu meringankan masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya, tetapi juga diharapkan mampu menekan inflasi.  

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga