Pemkab Parigi Moutong tanam rica peringati hari kanker

id Parimo

Wabub Badrun Nggai dan Ketua Tim Penggerak PKK Noorwachida Tombolotutu menanam cabe di Parigi, Jumat (10/2) (Antarasulteng.com/Humas Parimo)

Setiap warga diminta menanam cabe minimal lima pohon di halaman rumah masing-masing
Parigi (antarasulteng.com) - Jajaran Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang dimotori Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan serta Tim Penggerak PKK, menggelar jalan santai dan apel bersama memperingati Hari Kanker Sedunia 2017 di Parigi, Jumat.

Acara jalan santai yang ratusan ASN dan masyarakat itu dilanjutkan dengan penanaman serentak bibit cabe (rica) di halaman pekarangan kantor Badan Ketahanan Pangan.

Wakil Bupati Parigi Moutong H.Badrun Nggai,SE didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Noorwachida Prihatini S. Tombolotutu mengawali penanaman bibit rica tersebut.

Wabub Badrun Nggai menyampaikan penanaman cabe memperingati hari kanker sedunia itu bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga.

Berdasarkan data global, katanya, pada 2012 ada 14,1 juta kasus penderita dan 8,2 juta di antaranya meninggal dunia, dan diperkirakan akan meningkat pada tahun-tahun mendatang .

Untuk mencegah meningkatnya penderita kanker, Pemkab Parimo akan intens sosialisasi ke kecamatan-kecamatan maupun desa tentang penyebab penyakit kanker serta mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan secara rutin setiap tahun.

Kanker bisa dicegah dengan cara pola hidup sehat dan cerdik dan kanker juga bisa disembuhkan pada stadium dini yakni dengan cek rutin secara dini, enyahkan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet seimbang, dan kelola stress.

Terkait harga cabe yang masih tinggi, Badrun mengemukakan bahwa melalui tim Penggerak PKK Kabupaten Parimo memprogramkan penanaman cabe  secara serentak di seluruh daerah dengan memanfaatkan area pekarangan  rumah masing masing.

"Dengan menanam cabe 5 pohon saja di halaman rumah sudah bisa membantu untuk kebutuhan keluarga sendiri sehingga akan berperan besar dalam mengendalikan harga cabe di pasaran," ujarnya.


Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar