Pengamat: kandidat Pilkada DKI kompetitif jelang pencoblosan

id pilkada, debat
Pengamat: kandidat Pilkada DKI kompetitif jelang pencoblosan
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (ketiga kiri)-Sylviana Murni (kedua kanan), Basuki Tjahaja Purnama (kedua kiri)-Djarot Saiful Hidayat (kiri) dan Anies Baswedan (kanan)-Sandiaga Uno (ketiga kanan) saling berbincang usai debat ketiga Pilkada DKI Jakarta
Jakarta (antarasulteng.com) - Pengamat politik dari lembaga Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai persaingan seluruh kandidat Pilkada DKI Jakarta 2017 sangat kompetitif menjelang hari pencoblosan 15 Februari 2017. 

"Setelah debat ketiga Jumat 10 Februari 2017, pertarungan ketiga pasangan calon sangat kompetitif dan belum dapat dipastikan siapa yang paling berpeluang menang," ujar Pangi melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu malam. 

Pangi mengatakan dalam debat terakhir itu performa ketiga kandidat relatif bagus dan menampilkan proses debat yang menarik. Masing-masing pasangan calon dinilai mampu saling menyanggah dan bertanya secara tepat sasaran.

Dalam debat terakhir itu, kata Pangi, pasangan nomor pemilihan satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tampil bagus, kompak dan kian meyakinkan publik.

"Saat Ahok mengatakan pasangan calon lain tidak punya program yang jelas, Agus dapat menyerang balik bahwa tidak ada program-program baru yang ditawarkan Ahok. Agus-Silvy juga mengkritik soal kekerasan verbal yang pernah dilakukan Ahok pada perempuan serta tidak adanya goodwill dalam pemerintahan," nilai Pangi. 

Sebaliknya pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menampilkan performa yang dinilai unik, di mana saat Ahok "diserang" soal kekerasan verbal, Djarot yang menjawab bahwa Ahok telah berubah menjadi seorang Basuki dan mempertegas bahwa mereka selama ini anti korupsi. 

"Tampak Djarot berusaha meyakinkan publik bahwa Ahok sudah berubah dan mereka bersih, berusaha menampik isu yang selama ini berkembang. Dalam memaparkan Ahok dan Djarot memaparkan pengalaman dan cerita-cerita personal sebagai petahana," kata dia.

Sedangkan pasangan nomor pemilihan tiga Anis Baswedan-Sandiaga Uno, menurut dia, seperti biasa berbicara tentang data dan fakta yang terjadi di ibukota.

"Anis dari awal debat tampak sudah siap dengan foto dan data yang dibawa ke panggung debat, data yang berisi potret Jakarta berupa kelemahan-kelemahan kerja petahana yang akan mereka perbaiki, serta program unggulannya OK OCE," kata dia.

Pangi memperkirakan Pilkada DKI akan berlangsung dua putaran mengingat hingga saat ini belum ada pasangan calon yang memenuhi elektabilitas 50 plus satu persen.

Beberapa hasil survei menampilkan ketiga kandidat mempunyai selisih yang tidak terlalu signifikan, serta masih adanya pemilih mengambang.

"Intinya debat final Pilkada DKI Jakarta berlangsung sangat dinamis. Namun yang perlu diingat bagi ketiga pasangan calon beserta tim-nya adalah pesan ketua KPU DKI Sumarno saat pembukaan debat, bahwa jangan menggoda KPU karena KPU bukan tukang balon yang bisa menggelembungkan suara, bukan pula tukang timbang yang bisa menaik-turunkan suara. Semoga pemilu tanggal 15 Februari nanti berlangsung dengan aman, damai, jujur dan demokratis," kata Pangi. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga