Kamis, 27 Juli 2017

DKP Sulteng bangun daya saing dengan teori magnet

id dkp
DKP Sulteng bangun daya saing dengan teori magnet
Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola, MSI (kiri) serius mendengarkan penjelasan Kadis KP DR Ir H Hasanuddin Atjo, MP mengenai SLIN di sela-sela peresmian Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Ogotua, Minggu (16/3) (ANTARASulteng/Rolex Malaha)
Raiser dan rumah kemasan di Pantai Talise akan dioptimalisasi
Palu (Antarasulteng.com) - Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah kembali merancang inovasi baru terkait sosialisasi program dan optimalisasi keberadaan raiser dan rumah kemasan di Pantai Taman Ria, Palu Barat.  

Raiser berperan sebagai sarana menampung ikan hias hasil produksi maupun tangkapan masyarakat untuk perbaikan mutu dan selanjutnya dipasarkan, sedangkan rumah kemasan berfungsi untuk mengemas produk olahan UMKM dan sekaligus sebagai outlet.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng DR Ir Hasanuddin Atjo, MP mengatakan inovasi yang tengah dirancangnya tersebut dinamakan teori magnet. 

"Medan magnet itu kan mampu menarik benda dari kutub yang berlawanan yang ada di sekitarnya. Inilah yang menginspirasi kami, mencoba membuat sesuatu yang nantinya bisa menarik pihak-pihak lain untuk diajak komunikasi, kerja sama demi kemajuan Sulteng. Khususnya sektor Kelautan dan Perikanan, termasuk raiser dan rumah kemasan," katanya.

Salah satu asset Pemprov yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng adalah raiser dan rumah kemasan yang berada di Pantai Taman Ria. Keberadaan raiser dan rumah kemasan tersebut akan dioptimalkan dan dikelola secara professional.

Menurut dia, usaha kuliner untuk saat ini menjadi salah satu primadona dan menunjukkan trend yang terus meningkat peminatnya. Makanya, keberadaan raiser dan rumah kemasan akan dimaksimalkan fungsinya melalui  intervensi adanya usaha kuliner yang berperan sebagai medan magnet. 

Akumulasi orang yang terus meningkat  berkunjung ke usaha kuliner akan dimanfaatkan sebagai salah satu pendorong untuk melihat dan berbelanja di raiser dan rumah kemasan. 

"Kami yakin bahwa teori magnet ini akan memberikan dampak yang signifikan karena lokasi ini sangat strategis dan memiliki view yang sangat menarik karena berhadapan dengan Teluk Palu," ujarnya.

Untuk konsep awal, kata penemu teknologi budidaya udang supra intensif Indonesia ini, pihaknya akan mencoba membangun warung kopi dengan branding tertentu dilengkapi menu unggulan berbahan baku ikan, seperti steak tuna, steak bandeng bebas duri dan menu lainnya berbahan baku ikan.

Kelak, katanya optimistik, keberadaan raiser dan rumah kemasan tersebut, dengan magnet usaha kuliner bisa menjadi pilihan utama bagi warga Palu, baik yang ingin bersantai atau melakukan pertemuan kecil-kecilan. Untuk menambah daya pikat, raiser dan rumah kemasan tersebut akan difasilitasi dengan akses internet atau wifi gratis.

"Secara periodik kita juga akan menggelar diskusi publik di tempat tersebut. Kita jadikan tempat itu lebih dari tempat santai, tetapi sekaligus tempat yang memiliki nilai edukatif," tambahnya.

Pengelolaannya, kata Hasanuddin Atjo, Dinas Kelautan dan Perikanan bakal melakukan kerja sama dengan pihak ketiga. Hal itu dilakukan agar pengelolaannya lebih professional. Namun demikian, konsep pengelolaannya tetap dari Dinas Kelautan dan Perikanan.  

"Raiser akan ditata menjadi menarik dan mengundang hasrat bagi warga Palu. Ciri kelautan dan perikanan tetap ada, bahkan nantinya akan menjadi ikon," tandasnya. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga