Senin, 24 Juli 2017

Kementerian Pertahanan tegaskan militer negara lain bukan ancaman

id tni
Kementerian Pertahanan tegaskan militer negara lain bukan ancaman
Ilustrasi latihan bersama TNI AD dengan Angkatan Bersenjata Australia. Foto menunjukkan Komandan Kopassus TNI AD, Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra (kanan), berbincang dengan Komandan Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata Australia, Mayor Jenderal Jeff Sengelman, di Markas Komando Kopassus TNI AD, d
... narkoba dan radikalisme digunakan negara lain untuk mengancam pertahanan Indonesia. China pernah dihancurkan Inggris dengan Perang Candu...
Jakarta (antarasulteng.com) - Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan, Laksamana Pertama TNI Muhammad Faisal, mengatakan militer negara lain bukan lagi ancaman bagi pertahanan Indonesia karena yang menjadi ancaman nyata saat ini adalah narkoba dan radikalisme.

"Kini narkoba dan radikalisme digunakan negara lain untuk mengancam pertahanan Indonesia. China pernah dihancurkan Inggris dengan Perang Candu," kata Faisal, dalam suatu seminar, di Jakarta, Senin.

"Sebelum bangsa kita 'dicuci otak' bangsa lain lewat informasi dan ideologi lain, kita harus 'mencuci otak' lebih dulu dengan bela negara," tuturnya.

Menurut Faisal, perang informasi dan ideologi melalui penyebaran paham dan informasi bohong sudah dilakukan sejak Perang Dunia I. Saat ini, perang militer sudah tidak banyak dilakukan beralih menjadi perang informasi dan ideologi.

Faisal mengatakan, program pembinaan kesadaran bela negara bukan untuk menyiapkan kader-kader untuk berperang menggunakan senjata, tetapi menanamkan nilai-nilai bela negara.

Nilai-nilai bela negara adalah cinta Tanah Air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila sebagai dasar negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara dan memiliki kemampuan awal bela negara.

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga