Selasa, 23 Mei 2017

HNSI Dorong Peningkatan Kemampuan Nelayan

id nelayan
HNSI Dorong Peningkatan Kemampuan Nelayan
Fadly Y. Tantu (www.antarasulteng.com/)
HNSI terus berupaya bagaimana menyiapkan nelayan-nelayan yang unggul, karena saat ini, kita masih kalah bersaing dengan nelayan dari Thailand dan Filipina
Palu, (antarasulteng.com) - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) terus berupaya mendorong dan meningkatkan kemampuan nelayan, agar mampu bersaing dan berkompetisi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan mereka.

"HNSI terus berupaya bagaimana menyiapkan nelayan-nelayan yang unggul, karena saat ini, kita masih kalah bersaing dengan nelayan dari Thailand dan Filipina," kata anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan Perikanan DPP HNSI, Fadly Y. Tantu di Palu, Minggu.

Menurut dia, dorongan peningkatan kapasitas dan peningkatan kemampuan nelayan dikarenakan banyaknya nelayan Indonesia saat ini masuk dalam kategori nelayan yang sudah tua dan kurang produktif lagi.

"Yang diharapkan nelayan, kita bisa bersaing dengan nelayan dari luar negeri dan mereka biasa bertahan hingga empat bulan di kapal," ungkapnya.

Tidak hanya nelayan tua, kata dia, permasalahan lainnya yakni kurangnya minat generasi muda untuk berprofesi sebagai nelayan. Padahal, jika dilihat lebih detil lagi, profesi nelayan sangat menjanjikan, jika memiliki kompetensi yang unggul.

"Jadi dorongan untuk menjadikan nelayan unggul atau memiliki keahlian di bidang kenelayanan atau penangkapan ikan, dengan memberikan mereka keahlian serta sertifikasi. Yang pada akhirnya memiliki nilai tambah dan berimbas di hasil atau gaji yang mereka dapatkan," tutur Fadli.

Lebih lanjut, kata dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako (UNTAD) itu, bahwa sejak awal 2016, Untad telah memiliki tempat uji kompetensi bidang kelautan (TUK-KP) yang berlisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan Perikanan (LSP-KP).

"Pada 2016 kami mendapat kepercayaan untuk mensertifikasi 178 orang untuk bidang pembenihan ikan," ujarnya.

Karena ke depan, kata dia, uji kompetensi menjadi sesuatu yang diharuskan dan ini menjadi program pemerintah Jokowi-JK untuk memasuki Indonesia kompeten dalam bersaing di era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

Sebelumnya Kepala Dinas Kelautan Provinsi Sulawesi Tengah, Hasanuddin Atjo menerapkan program pemberdayaan nelayan berbasis kawasan untuk mengakselerasi peningkatan kesejahteraan nelayan melalui berbagai kegiatan yang terencana secara baik. (FZI)

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga