Jumat, 28 Juli 2017

Ini Evaluasi Presiden Jokowi Terhadap Pembangunan Sulteng

id jokowi
Ini Evaluasi Presiden Jokowi Terhadap Pembangunan Sulteng
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Saya minta dilakukan langkah-langkah percepatan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata, seperti revitalisasi Bandara Mutiara, tol Palu-Parigi, dan pengembangan Pelabuhan Palu.
Jakarta  (antarasulteng.com) - Presiden RI Joko Widodo mengevaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Sulawesi Tengah yang diharapkan mampu memeratakan pembangunan dan kesejahteraan di provinsi tersebut.

Presiden Joko Widodo saat memimpin Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Sulawesi Tengah di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pemerataan merupakan tujuan dari pembangunan nasional.

Hal itu, kata Presiden, juga berlaku di Provinsi Sulawesi Tengah. Walaupun memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik, masih memiliki angka kemiskinan yang tinggi.

Menurut Presiden, pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai 9,98 persen di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh 5,02 persen diharapkan menjadi momentum untuk lebih meningkatkan lagi pembangunan sekaligus menurunkan angka kemiskinan yang masih cukup tinggi di provinsi tersebut.

"Momentum pertumbuhan ekonomi ini juga kita harapkan bisa berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan yang saat ini masih di angka 14,09 persen. Kita harapkan juga bisa mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah," kata Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, beberapa sektor unggulan yang berpotensi sebagai bisnis inti di provinsi beribu kota Palu itu, antara lain, di bidang pertambangan nikel, perkebunan dengan komoditas berupa kakao, kopi, kelapa, dan cengkih, kehutanan dengan produk rotan, kayu ebony, dan meranti.

"Saya minta komoditas hasil pertanian, kehutanan, maupun pertambangan itu dapat diolah di Sulawesi Tengah sehingga bisa memberikan nilai tambah, 'multiplier effect' bagi masyarakat," ujarnya.

Selain sektor-sektor tersebut, Presiden juga meminta perhatian khusus pada pengembangan potensi di sektor perikanan serta wisata bahari.

"Saya minta dilakukan langkah-langkah percepatan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata, seperti revitalisasi Bandara Mutiara, tol Palu-Parigi, pengembangan Pelabuhan Palu, dan peningkatan kapasitas Pelabuhan Parigi," katanya.

Presiden Joko Widodo juga meminta untuk dipersiapkan sebuah kawasan ekonomi khusus (KEK) di Provinsi Sulawesi Tengah sebagai antisipasi pertumbuhan sektor pertambangan dan industri pengolahan.

"Saya mendapatkan informasi bahwa di Kawasan Ekonomi Khusus Morowali sudah beroperasi pabrik smelter dan pabrik stainless steel. Selanjutnya, kita perlu siapkan pengembangan KEK Palu," kata Presiden.

Namun, selain memperhatikan kesiapan infrastuktur pendukung, seperti tenaga listrik, air bersih, sarana dan prasarana pekerja, Presiden juga menekankan pentingnya pendidikan dan keterampilan tenaga kerja lokal dan aspek kelestarian lingkungan.

"Selain itu, juga peningkatan pendidikan dan keterampilan, terutama bagi tenaga kerja lokal. Saya juga ingin pembangunan di Sulawesi Tengah, khususnya di kawasan ekonomi khusus betul-betul memperhatikan aspek lingkungan dan kita hindarkan adanya pencemaran," kata Presiden.

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga