Jumat, 24 Maret 2017

Saus tomat, dari mana asal muasal sebenarnya?

id saos
Saus tomat, dari mana asal muasal sebenarnya?
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta (antarasulteng.com) - Sulit membayangkan makan kentang goreng atau burger tanpa dicocol ke saus tomat.

Saus tomat punya rasa manis dan gurih yang jadi teman terbaik setiap santapan dan bagi sebagian orang menjadi wajib ada di meja makan. 

Menurut Heinz, lebih dari 650 juta botol dari berbagai saus tomat terjual di dunia setiap tahun ke 140 negara.

Saus tomat kerap disebut ketchup, tahukah Anda dari mana nama itu berasal?

Rupanya, kata "ketchup" berasal dari kata Hokkien China "ke-tsiap", yakni nama saus yang dibuat dari ikan fermentasi, sejenis saus ikan. 

Tampaknya pelaut dan pedagang Inggris menemukan itu ketika datang ke Asia Tenggara pada 1600an, saus ikannya dibawa oleh pedagang dari China ke Vietnam.

Diduga, orang Inggris berusaha meniru saus itu pada akhir abad ke-17 dan 18 karena ada referensi resep bernama Ketchup in Paste yang dipublikasikan Richard Bradley pada 1732.

Namun, versi ketchup yang ini jauh dari rasa yang kita suka sekarang karena resepnya berisi bahan-bahan seperti jamur, kenari, tiram, dan ikan asin demi mereproduksi rasa amis gurih.

Ketchup awalnya berbentuk sangat cair, sebagian besar ditambahkan ke dalam sup, saus, daging dan ikan.

Tomat baru dipakai sebagai bahan pada 1812.

Resep saus tomat yang pertama dikenal ditulis oleh James Mease, ilmuwan dan holtikurturalis, ia bahkan menyebut tomat sebagai "apel cinta" dalam resepnya yang mengandung bahan tomat yang sudah ditumbuk, rempah-rempah dan brandy.

Yang menonjol dari ketchup adalah masa penyimpanan tahan lama hingga setahun, namun masalah penyimpanan saus adalah hal sulit saat itu. Sementara, petani tomat berusaha menyelesaikan masalah masa panen yang singkat dengan menyimpan buah tersebut.

Sebagian orang menyimpannya dalam kondisi yang tidak baik, sehingga bakteri, spora, jamur dan ragi bisa masuk ke dalamnya.

Sampai-sampai penulis buku masak Prancis menjuluki ketchup dengan "kotor dan busuk" pada 1866.

Diperkirakan juga saus pada masa lalu mengandung bahan pengawet berbahaya seperti tar batubara yang ditambahkan untuk memberi warna merah.

Salah satu dokter Amerika, Harvey Washington Wiley, menegaskan ketidaksukaannya pada penggunakaan benzoat dalam saus tomat pada akhir abad ke-19 dan bersikeras bahwa pengawet tidak diperlukan selama bahan bakunya cukup berkualitas tinggi.

Dia bekerjasama dengan pria bernama Henry J. Heinz di Pittsburgh dan mulai memproduksi ketchup Heinz, saus bebas pengawet yang menggunakan tomat matang dan banyak cuka yang kini mendominasi pasar, demikian The Sun.


Penerjemah: Nanien Yuniar

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga