Minggu, 25 Juni 2017

Masyarakat Tatura Selatan Usulkan Jadi Kawasan Wisata Buaya

id buaya
Masyarakat Tatura Selatan Usulkan Jadi Kawasan Wisata Buaya
ist Seekor buaya berjemur di bantaran sungai Palu di bilangan jalan Kancil Bawah. (Foto ANTARA/Anas Masa)
"Kalau ini dikelola untuk obyek wisata, akan banyak wisatawan yang datang karena lokasinya ada di dalam kota dan wisata buaya sangat unik," katanya.
Palu, (antarasulteng.com) - Sejumlah tokoh masyarakat di Palu, Sulawesi Tengah, mengusulkan kepada Pemkot setempat untuk menjadikan Kelurahan Tatura Selatan sebagai kawasan wisata buaya.

"Saya usulkan kepada Dinas Pariwisata Palu untuk menjadikan kolam di bantaran Sungai Palu menjadi kawasan obyek wisata buaya," kata Ketua RT03/RW01 Kelurahan Tatura Selatan Anas di Palu, Selasa.

Ia mengatakan kolam yang panjangnya sekitar 300 meter dan lebar 40 meter di Jalan Kancil Bawah itu kini menjadi habitat buaya.

Buaya-buaya kecil sampai besar sering muncul di kolam dan menjadi pemandangan yang menarik bagi warga disekitarnya.

Beberapa waktu lalu, kata dia, warga sekitarnya berhasil menangkap salah satu buaya saat berjemur di darat dekat kolom.

Semula satwa yang terbilang ganas itu akan diserahkan kepada pihak berwenang, tetapi batal dan akhirnya dilepas di sungai.

Akan tetapi, buaya yang panjangnya sekitat 2 meter kembali lagi ke kolam.

Menurut dia, jika Pemkot menjadikan kawasan tersebut menjadi obyek wisata, niscaya akan menarik banyak wisatawan, termasuk mancanegara karena cukup unik.

Uniknya, kata Anas, buaya-buaya yang ada di kolam tersebut tidak ditangkarkan. Satwa itu datang sendiri, entah dari mana.

"Ini akan menarik, jika Dinas Pariwisata Kota Palu mau mengembangkannya menjadi lokasi obyek wisata dan akan memberikan kontribusi besar bagi pemerintah dan ekonomi masyarakat sekitarnya akan tumbuh," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Ny Heriani, tokoh masyarakat di kawasan itu. Ia juga mengusulkan kepada Pemkot Palu untuk mengembangkan kawasan itu menjadi obyek wisata.

"Kalau ini dikelola untuk obyek wisata, akan banyak wisatawan yang datang karena lokasinya ada di dalam kota dan wisata buaya sangat unik," katanya.

Untuk mengamankan kawasan itu, pihak Kelurahan Tatura Selatan telah memasang peringatan kepada warga untuk tidak mandi dan memancing di kolam karena banyak buaya.

Warga juga diimbau untuk berhati-hati dan kalau bisa tidak melintas di kawasan tersebut karena buaya sering naik ke darat.

Menurut beberapa warga di sekitar lokasi, jumlah buaya yang sering muncul di atas permukaan air sekitar 7 ekor dari ukuran kecil, sedang dan besar.

Dalam beberapa hari ini, banyak warga yang berdatangan ke kawasan itu untuk melihat buaya baik yang ada dalam kolam maupun berjemur di darat.(BK03)

Editor: Anas Masa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga