Sabtu, 19 Agustus 2017

Bupati Sigi Minta Masyarakat Pertahankan Kearifan Lokal

id irwan
 Bupati Sigi Minta Masyarakat Pertahankan Kearifan Lokal
Bupati Sigi, Irwan Lapata (portalsulawesi.com)
Memelihara hutan agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya adalah merupakan salah satu dari kearifan lokal yang ada sejak zaman dahulu
Sigi, Sulteng,  (antarasulteng.com) - Bupati Sigi, Irwan Lapata minta masyarakat di daerah itu untuk tetap mempertahankan kearifan lokal sebagai budaya bangsa yang perlu terus dilestarikan.

"Memelihara hutan agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya adalah merupakan salah satu dari kearifan lokal yang ada sejak zaman dahulu," kata Irwan Lapata, Selasa.

Jadikan hutan sebagai sumber kehidupan, bukan sebaliknya dirusak. Karena, jika hutan sudah rusak,maka justru akan mendatangkan petaka bagi kita semua.

Hutan yang sudah gundul dapat membawa bencana dan mengancam jiwa manusia jika terjadi banjir dan tanah longsor.

Bupati Irwan mengatakan desa-desa di Kabupaten Sigi kebanyakan berbatasan langsung di kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) yang menjadi paru-paru dunia.

Banyak wisatawan mancanegara yang mengunjungi Kabupaten Sigi, selain karena keindahan dan keunikan berbagai obyek wisata yang ada di dalamnya, juga karena udaranya yang bersih dan alam sejuk, sebab hutan masih terbilang bagus.

Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga dan memeliharanya untuk masa depan anak cucu kita dikemudian hari. Begitu halnya dengan satwa-satwa di hutan yang diusik atau diburu untuk diperdagangkan.

Apalagi, satwa-satwa yang dilindungi seperti anoa, babi rusa, burung maleo jangan diburu karena populasinya bisa terancam punah.

Sementara Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, Sudayatna mengatakan kawasan TNLL terbagi dalam dua wilayah sebagian masuk Kabupaten Poso dan Sigi.

Sekitar 70an desa di Kabupaten Sigi, kata dia berbatasan langsung dengan kawasan. Karena itu sangat rawan terjadi perambahan, pencurian hasil hutan dan juga kebakaran hutan.

Seperti yang terjadi pada 2015, beberapa titik hutan di dalam kawasan terbakar karena ulah manusia yang tidak bertanggungjawab.

Ia juga mengimbau masyarakat yang bermukim dekat kawasan untuk tidak membuka kebun dalam kawasan atau menebang pohon karena jika terbukti dapat diseret ke pengadilan.

Luas areal TNLL sekitar 217.000 hektare.

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga