Asesor BAN-PT Kunjungi Pascasarjana Universitas Tadulako

id UNTAD
Asesor BAN-PT Kunjungi Pascasarjana Universitas Tadulako
Ketua Prodi MPWP, Dr Ichwan Tanju (tengah) bersama tim pengajar Prodi Magister Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (MPWP) Pasca Sarjana Universitas Tadulako (Untad) (www.antarasulteng.com/Moh. Apriawan)
Dari pembicaraan awal ada saran untuk kembali melakukan perbaikan kurikulum
Palu, (antarasulteng.com) - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mendatangkan Tim Asesor untuk melakukan penilaiaan pada Program Studi Magister Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (MPWP) Pascasarjana Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Tim penilai itu yakni Dr Ir Heru Purboyo Hidayat Putro DEA dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Dr Ir Joesron Alie Syahbana MSc dari Universitas Diponegoro (Undip).

"Prodi MPWP pasca sarjana Untad saat ini sudah berakreditasi B, kami sangat senang dengan kedatangan kembali tim asesor agar bisa memberikan koreksi demi perbaikan ke depannya," kata Ketua Prodi MPWP Untad Palu Dr Ichwan Tanju di Palu, Selasa.

Ichwan menceritakan Prodi MPWP didirikan pertama kali tahun 2004. Dua tahun kemudian atau sekitar 2016, dilakukan penilaian dengan akreditasi C.

Saat itu kata dia, tim penilai memberikan saran untuk membuat konten kurikulum sendiri.

"Tahun 2011 diakreditasi kembali dengan nilai B," ungkapnya.

Tahun 2013, kata dia, Prodi MPWP melakukan perbaikan kurikulum kembali dan tahun 2017, untuk ke tiga kalinya, tim asesor kembali datang ke Prodi MKPW melakukan akreditasi.

"Dari pembicaraan awal ada saran untuk kembali melakukan perbaikan kurikulum, dengan memasukan konten ilmu ekonomi makro sehingga ada mata kuliah yang membahas mengenai pembangunan wilayah pedesaan," jelas Ichwan.

Ia menjelaskan jumlah mahasiswa yang aktif dari angkatan tahun 2013 hingga 2015 berjumlah 51 orang. Karena ada perubahan yang sangat mendasar, sehingga hanya sekitar 20 mahasiswa yang mendaftar tiap tahunnya.

Menurutnya Ichwan, penurunan minat itu diduga akibat semakin banyaknya pilihan program studi yang tersedia di program Pascasarjana Untad saat ini. Sementara komposisi mahasiswa tidak hanya berasal dari Untad, tapi dari berbagai perguruan tinggi di Sulteng dengan berbagai disiplin ilmu yang berbeda.

"Semoga dengan adanya asesmen ini, Prodi MPWP dapat lebih baik lagi ke depannya," ujar Ichwan. (Moh. Apriawan)

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga