Minggu, 28 Mei 2017

Penambang Pasir Waspada Buaya Di Sungai Palu

id buaya
Penambang Pasir  Waspada  Buaya Di Sungai Palu
Tambang pasir (ANTARA Sulteng/Basri Marzuki)
Palu, (antarasulteng.com) - Warga, khususnya yang selama ini melakukan aktivitas menambang pasir di Sungai Palu lebih meningkatkan waspada terhadap buaya-buaya yang banyak berkeliaran di sungai itu.

"Memang selama ini belum ada korban yang menjadi mangsa buaya, tetapi perlu diwaspadai," kata Kepala Kelurahan Tatura Selatan, Zamrud di Palu, Kamis.

Ia mengatakan setiap hari banyak warga yang mencari nafkah untuk keluarganya sebagai penambang pasir di Sungai Palu.

Karena itu, perlu berhati-hati jangan sampai menjadi korban keganasan buaya.

Di Sungai Palu, kata Zamrud banyak buaya dari berbagai ukuran dari satu sampai empat meter.

Buaya-buaya tersebut sering kali muncul di Sungai Palu di jembatan II dan ketika satwa itu muncul di sungai menjadi tontonan masyarakat. Bahkan arus lalu lintas sering macet ketika buaya muncul di sungai.

Tidak hanya di kawasan tersebut, beberapa buaya juga sering terlihat muncul di bawah jembatan IV dekat muara Sungai Palu.

Beberapa waktu lalu warga berhasil menangkap seekor buaya dengan panjang dua meter di Sungai Palu di wilayah Tatura Selatan.

Sejumlah penambang pasir di Sungai Palu mengaku mereka juga merasa takut saat turun ke sungai untuk menambang pasir. "Terus terang kami juga was-was. Namun selama ini buaya-buaya itu belum pernah menyerang penambang," kata JUfri, seorang penambang di wilayah Malaya, Kecamatan Palu Selatan.

Menambang di Sungai Palu memang cukup beresiko karena banyak buaya. Tetapi demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, mau tidak mau pekerjaan tersebut harus dijalani.

Hal senada juga diungkapkan Fajar,seorang penambang di wilayah Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi. Desa itu berbatasan dengan Kota Palu.

Setiap hari ada puluhan penambang pasir yang mencari rezeki di sungai. Dia juga mengaku saat melakukan penambangan sering dihantui rasa takut terhadap buaya yang berkeliaran di sungai itu.

Tetapi selama ini, belum pernah buaya menyerang para penambang. "Tapi tetap perlu diwaspadai," katanya. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga