Rabu, 26 April 2017

Dirjen PKTN: Sulteng Aman Hadapi Puasa Dan Lebaran

id mamma,pktn
Dirjen PKTN:  Sulteng Aman Hadapi Puasa Dan Lebaran
Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (PKTN) Kementererian Perdagangan, Syahrul Mamma (kiri) (Foto Antara/anas masa)
Palu,  (antarasulteng.com) - Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (PKTN) Kementererian Perdagangan, Syahrul Mamma mengatakan Sulawesi Tengah sangat aman menghadapi puasa dan lebaran karena stok berbagai bahan kebutuhan pokok masyarakat cukup tersedia di pasaran.

"Begitu pula halnya masalah harga relatif stabil, kecuali ada beberapa komoditi yang naik, namun masih dalam batas kewajaran," katanya di sela-sela rapat koordinasi identifikasi barang kebutuhan pokok menghadapi puasa dan lebaran 2017 di Palu, Selasa.

Dirjen Syahrul mengatakan berdasarkan informasi dari masing-masing kabupaten dan kota di Sulteng dalam rakor yang melibatkan semua instansi terkait bersama sejumlah distributor, tidak ada masalah mengenai ketersediaan dan harga pangan dan komoditi strategis lainnya di pasaran cukup tersedia dalam jumlah memadai.

Namun demikian, kata dia, biasanya menjelang Ramadhan dan hari-hari raya, ada potensi kenaikan harga kebutuhan pokok dan lainnya karena permintaan masyarakat meningkat.

Pada saat permintaan pasar meningkat, para pelaku usaha sering mengambil kesempatan mencari keuntungan dengan menaikan harga sepihak.

"Itu kenyataan yang selalu terjadi setiap menjelang hari-hari raya," kata Syahrul.

Karena itu, pemerintah pusat sampai provinsi dan kabupaten/kota, termasuk di Sulteng perlu melakukan antisipasi jauh sebelumnya sehingga para distriburtor maupun pengecer tidak menaikan harga, apalagi sampai menimbun stok.

Langkah antisipasi sudah dilakukan pemerintah antara lain melakukan pemantauan ke pasar tradisional maupun ritel modern guna mengamankan stok dan harga.

Antisipasi lainnya, tentu menjaga agar pasokan barang, terutama kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, daging, mantega, terigu dan komoditi lainnya berjalan lancar dan kontinyu.

Dan hal itu, kata Syahrul, sudah dilakukan Pemprov dan Pemkab/Pemkot Sulteng dengan melalukan rapat koordinasi semua pihak terkait dalam penyediaan dan distribusi bahan kebutuhan pokok serta komoditi strategis lainnya.

Karenanya, pemerintah pusat melalui Kemendag memberikan apresiasi kepada Pemprov Sulteng dan Pemkab/Pemkot Palu yang telah melakukan kegiatan-kegiatan antisipasi menjelang bulan puasa dan lebaran.

Ia mengatakan guna menjamin stok dan harga kebutuhan pokok, pemerintah pusat pada 10 April 2017 telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) tiga komoditi pangan yakni gula, daging beku dan minyak goreng.

HET gula pasir ditetapkan Rp12.500/kg, minyak goreng Rp11.000/kg dan daging beku Rp80.000/kg.

Pemerintah berharap dengan adanya HET tersebut, harga ketiga kebutuhan pokok itu sama antara harga di ritel modern dengan pasart tradisional.

Dengan demikian, semua masyarakat bisa membeli dengan harga yang sama.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Abubakar Almahdali mengatakan berdasarkan hasil kunjungan ke sejumlah ritel modern Palu bersama dengan Dirjen PKTN dan Direktur Tertib Niaga Kemendag dan Tim Pengendalian Inflansi Daerah (TPID), HET untuk tiga kebutuhan pokok yakni gula,daging beku dan minyak goreng sudah diberlakukan.

Kecuali di salah satu pasar tradisional di Kota Palu, harga gula, daging dan minyak goreng rata-rata diatas HET yang ditetapkan pemerintah.

Misalkan minyak Rp13.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg dan daging sapi segar Rp110.000/kg.

Menurut dia, harga tersebut masih dalam batas toleransi.

Namun demikian, katanya, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional pada umumnya relatif stabil dan terkendali karena pasokan lancar dan secara rutin tim TPID melakukan monitoring ke pasar-pasar pemantauan yang selama ini menjadi acuan untuk inflasi daerah.  

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga