Minggu, 28 Mei 2017

Pengurus Pusat Ikatan Alumni Untad Dikukuhkan

id UNTAD
Pengurus Pusat Ikatan Alumni Untad Dikukuhkan
Penyerahan pataka dari Ketua IKA Untad periode 2013-2017 Prof DR Anhulaila kepada DR Eko Jokolelono selaku Koordinator Presidium Pengurus Pusat IKA Untad periode 2017-2021. (www.antarasulteng.com/Fauzi )
Cabang-cabang yang tersebar di nusantara akan diaktifkan, sebab hanya dengan jaringan yang solid peran IKA Untad akan lebih maksimal
Palu, (antarasulteng.com) - Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Tadulako (IKA-Untad) periode 2017-2021 dikukuhkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademk Prof DR Sutarman Yodo di kampus Untad Palu, kamis.

Prosesi pengukuhan yang berlangsung di teather room IT Center Untad ditandai dengan penyerahan pataka dari Ketua IKA Untad periode 2013-2017, Prof DR Anhulaila kepada DR Eko Jokolelono SE MSi selaku koordinator presidium Pengurus Pusat IKA Untad periode 2017-2021.

Pengurus Pusat IKA Untad dikukuhkan berdasarkan surat keputusan Rektor Untada Nomor 225/UN28/KP/2017 tertanggal 13 April 2017. Dalam SK itu, terdapat enam presidium lainnya yakni Drs Tasrif Siara, Dr Ir Muh Nur Sangadji DEA, Arifin Sunusi SH, Moh Rizal Abdul Rauf ST, Dr Sagaf Djalalembah MP dan Drs H Lukman Said.

Untuk Sekertaris Jenderal dijabat oleh Dr Muzakir Tawil Msi, Direktur Keuangan dijabat Dr Vitayanti Madukalang SE MM dan Direktur Eksekutif dijabat Dr Tutang Muhtar ST MT.

Dalam kesempatan itu, Eko Jokolelono mengatakan kepengurusan IKA Untad untuk pertama kali berbentuk presidium, berjumlah tujuh orang, sehingga dengan kepemimpinan kolektif tersebut diharapkan roda organisasi lebih dinamis.

Agenda kerja yang mendesak diselesaikan Pengurus Pusat IKA Untad kata dia, melakukan konsolidasi internal maupun eksternal.

"Cabang-cabang yang tersebar di nusantara akan diaktifkan, sebab hanya dengan jaringan yang solid peran IKA Untad akan lebih maksimal," ujarnya.

Sementara Prof Dr Sutarman Yodo berharap IKA Untad dapat berkontribusi membesarkan Untad menjadi perguruan tinggi terkemuka di tanah air.

"Ibarat anak, setelah sukses pasti memikirkan kesejahteraan orang tuanya," kata Sutarman.

Pengukuhan yang berlangsung sederhana itu dirangkai dialog terbuka terbuka dengan tema "Modal Materai Rp6.000 Menjadi Raja Mall di Sulteng," dengan narasumber utama Karman Karim. (FZI)

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga