Selasa, 25 Juli 2017

Bulog Sulteng Layani Pengecer Beras Pasar Tradisional

id beras
Bulog Sulteng Layani Pengecer Beras Pasar Tradisional
ILustrasi--Cecep (51),menata beras dagangannya di Pasar Masomba, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (9/5). (ANTARA Sulteng/Basri Marzuki)
Palu,  (antarasulteng.com) - Bulog Sulawesi Tengah membuka peluang melayani para pengecer beras yang selama ini berjualan di pasar-pasar tradisional di daerah itu.

"Silahkan datang membeli langsung ke gudang distribusi, petugas kami siap melayaninya," kata Kepala Bulog Sulteng, Spirianto di Palu, Sabtu.

Ia mengatakan pedagang pengecer yang datang membeli beras ke Bulog akan dilayani, tetapi dibatasi sekali mengambil satu karung saja (isi 50kg) untuk beras dan gula pasir.

Namun dengan catatan, pengecer bersangkutan harus menjualnya sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. HET gula pasir ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.500/kg dan beras Rp8.600/kg.

Bila terbukti, pengecer bersangkutan menjualnya melebihi HET yang ditetapkan pemerintah, maka Bulog tidak akan memberi ruang lagi bagi pengecer nakal.

"Ya kami akam memantau secara rutin, pengecer yang membeli beras dan gula pasir dari gudang distribusi Bulog," kata Suprianto.

Jika ternyata pengecer itu tidak menjual sesuai HET, langsung dihentikan.

Suprianto menjelaskan diberinya ruang bagi pengecer untuk menjual beras dan gula pasir merupakan solusi untuk menstabilkan harga pangan di tingkat pengecer yang selama ini diatas HET.

Masih tingginya gula pasir dan minyak goreng di pasar tradisional karena pengecer membeli dari pedagang perantara dengan harga yang tinggi.

Karena itu, Bulog Sulteng mencoba untuk memutuskan rantai pasokan gula pasir dan beras dengan memberikan ruang bagi pengecer langsung untuk membeli kepada Bulog,

Bulog menjual beras atau gula pasir sesuai dengan standar harga yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Abubakar Almahdali mengatakan pemerintah pusat sebelumnya telah menetapkan HET tiga komoditi pangan.

Ketiga komoditi itu adalah gula, minyak goreng dan daging beku.

Berdasarkan pemantauan kami di sejumlah toko ritel modern di Kota Palu, harga sudah sesuai HET."Tapi di pasar tradisional rata-rata masih diatas HET," katanya.

Untuk menyamakan harga khususnya gula pasir, Perum Bulog memberikan ruang bagi para pengecer membeli kebutuhan pokok tersebut di gudang distribusi Bulog.

Bolog dalam menjual sejumlah komoditi pangan sesuai dengan standar harga yang ditetapkan pemerintah."Kami memberi apresiasi tinggi kepada Bulog atas kebijakan yang tentunya diharapkan dapat menyamakan harga di pasar tradisional dan modern.

Dengan begitu, masyarakat (konsumen) bisa menikmati harga yang sama.(skd)

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga