Selasa, 19 September 2017

Bulog Sulteng Pacu Pengadaan Beras

id beras
Bulog Sulteng Pacu Pengadaan Beras
Beras (antaranews)
Palu,  (antarasulteng.com) - Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Tengah terus memacu pengadaan beras untuk memenuhi stok nasional sesuai target yang ditetapkan pada musim panen (MP) tahun 2017 di daerah ini.

"Kami ditargetkan membeli sebanyak 35.000 ton beras," kata Kepala Perum Bulog Sulteng Suprianto, di Palu, Sabtu.

Ia menyebutkan hingga medio April 2017 ini, Bulog setempat sudah membeli sekitar 4.000 ton beras produksi petani lokal.

Meski tingkat serapan beras petani masih terbilang kecil, tetapi Suprianto cukup optimistis realisasi akhir pengadaan beras stok nasional di Sulteng yang ditargetkan tersebut bisa terpenuhi 100 persen.

Bahkan menurutnya, tidak menutup kemungkinan melebihi target yang ditetapkan Bulog.

Bulog Sulteng pada tahun ini bertekad bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan beras bagi masyarakat yang selama ini memperoleh jatah raskin/rastra.

Melihat luas panen dan produksi petani yang ditargetkan pemerintah provinsi pada MP 2017 sebanyak 1,3 juta ton gabah kering giling (GKG), Bulog Sulteng optimistis mampu menyerap sesuai target.

Apalagi, kata dia, diperkuat dengan kebijakan Gubernur Sulteng Longki Djanggola beberapa waktu lalu telah mendorong beberapa kabupaten penghasil beras di provinsi ini untuk mengalokasikan sekitar 10-15 persen dari produksi petani ke Bulog.

Menurut dia, jika kabupaten yang telah menandatangani kesepahaman (MoU) dengan Bulog untuk menjual beras 10-15 persen dari hasil panen petani kepada Bulog, makan dipastikan target tercapai.

Bahkan, kata dia, jika MoU itu dapat direalisasikan oleh daerah sentra produksi di enam kabupaten di Sulteng, yakni Banggai, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Poso, dan Tolitoli bisa melebihi target.

Hasil beberapa kali kunjungannya ke sejumlah daerah sentra produksi beras di Sulteng, Suprianto mengatakan panen kali ini terlihat cukup bagus dibandingkan sebelumnya.

"Mudah-mudahan saja tidak ada gangguan hama dan bencana alam, sehingga produksi beras petani bisa meningkat dari sebelumnya," katanya pula. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga