Selasa, 26 September 2017

Sakit jiwa dominasi alasan pemecatan tentara Amerika Serikat

id tentara
Sakit jiwa dominasi alasan pemecatan tentara Amerika Serikat
Dokumentasi ledakan prematur mortir yang menewaskan empat prajurit Afganistan dan perempuan tentara fotografer Amerika Serikat. Inilah bingkai foto terakhir dari perempuan tentara Amerika Serikat yang memotret adegan mematikan itu, SPC Hilda I Clayton, turut tewas dalam ledakan mortir pada latihan T
Washington (antarasulteng.com) - Satu penelitian terbaru atas sebagian besar tentara Amerika Serikat yang dipecat karena pelanggaran selama periode 2011-empat tahun, menyatakan, mereka telah didiagnosis gangguan kesehatan jiwa. Di antaranya gangguan stres pasca-trauma (PTSD) atau cedera otak traumatis (TBI).

Kantor Laporan Pertanggungjawaban Pemerintah AS (GAO) mungkin akan menambah pengawasan tentang apakah Angkatan Bersenjata Amerika Serikat memberi perawatan cukup kepada tentara yang diidentifikasi punya masalah kesehatan mental selama masa tugas mereka, dan bukan hanya memecat mereka.

Analisis GAO menunjukkan, 62 persen dari 91.764 tentara Amerika Serikat yang dipecat pada 2011-2015 telah didiagnosis mengidap penyakit jiwa itu sejak dua tahun sebelum mereka dipecat. Ini termasuk pengidap PTSD, TBI, atau kondisi tertentu lain yang dapat dikaitkan dengan pelanggaran mereka.

Sebanyak 23 persen tentara Amerika Serikat yang diberhentikan itu tidak diberhentikan dengan hormat sehingga mereka berpotensi tidak memenuhi syarat mendapatkan manfaat kesehatan dari Departemen Urusan Veteran.

"Para pendukung veteran telah lama mengeluhkan kekurangan dukungan untuk mantan tentara Amerika Serikat yang tidak memiliki dokumen pemberhentian yang terhormat," kata Sekretaris Urusan Veteran Amerika Serikat, David Shulkin.

GAO mengatakan Angkatan Laut Amerika Serikat tidak memerlukan pemeriksaan medis atau penyaringan terhadap pelaut yang diberhentikan dari pelayanan karena melakukan pelanggaran.

Dikatakan juga, Angkatan Darat Amerika Serikat dan Korps Marinir Amerika Serikat mungkin tidak mematuhi kebijakan penyaringan, pelatihan, dan konseling mereka sendiri yang terkait dengan PTSD dan TBI. (skd)

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga