Rabu, 18 Oktober 2017

Kemenag Parigi Moutong Luncurkan Sidol

id kemenag
Kemenag Parigi Moutong Luncurkan Sidol
Ilutrasi (antaranews)
Palu,  (antarasulteng.com) - Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tegah meluncurkan sistem integrasi online (sidol), sebuah aplikasi yang mengintegrasikan seluruh data pada Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong, Kamis.

Peluncuran itu dilakukan di Aula, Kemenag Parigi Moutong oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Abdullah Latopada.

"Aplikasi ini diharapkan nantinya menjadi solusi permasalahan data di Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong," katanya.

Abdullah mengatakan terobosan itu dilakukan Kemenag Parigi Moutong karena terinspirasi dari rapat kerja pejabat Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah Maret lalu.

Dia berharap agar sistem yang sudah ada tersebut dapat diimbangi juga dengan pola pikir yang lebih maju.

"Tidak lagi pakai cara lama, sistem sudah maju, maka pola pikir juga harus maju," katanya.

Abdullah mengatakan Sidol yang diluncurkan tersebut tidak sekadar slogan di kalangan Kemenag Parigi Moutong, tetapi harus berlanjut sesuai tahapan yang sudah direncanakan.

Saat ini Sidol tersebut masih dalam tahap pengembangan dan diharapkan ke depan sudah dapat diakses melalui smartphone sehingga lebih memudahkan kerja bagi aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag.

Mengingat jarak tempuh tempuh antarkecamatan di wilayah itu cukup jauh sehingga diperlukan sistem yang terintegrasi secara online.

Menyinggung peran ASN, Abdullah juga berharap agar selalu mengedepankan kecerdasan sosial.

"ASN harus bisa menjadi penggerak di masyarakat, tidak hanya saleh pribadi namun juga saleh secara sosial," katanya.

Abdullah mengatakan sejumlah masalah sosial masih dihadapi saat ini. Dia mencontohkan masih banyak anak-anak belum bisa mengaji sehingga peran ASN di lingkungan Kemenag harus dimaksimalkan.

Kakanwil juga mendorong agar ASN bekerja dengan niat ibadah, sehingga apa yang dihasilkan nantinya tidak sia-sia.

"Hanya lelah yang didapatkan, kenapa tidak niatkan pekerjaan itu sebagai ibadah, sehingga keberkahannya juga kita dapatkan," katanya.(skd) 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga