Senin, 24 Juli 2017

Pemkot Palu Siapkan Pasar Takjil Untuk 192 Pedagang

id Pemkot
Pemkot Palu Siapkan Pasar Takjil Untuk 192 Pedagang
Kadis PPA Kota Palu Irmayanti Pettalolo (Antarasulteng.com/Istimewa)
Irmayanti: tiap pedagang wajib membayar sewa lapak Rp300.000
Palu (Antarasulteng.com) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, telah menyediakan tempat khusus untuk pasar ramadhan bagi para pedagang yang akan menjajakan bahan makanan berbuka puasa (takjil) bagai warga kota itu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Palu Irmayanti Pettalolo mengatakan di Palu, Jumat, tahun ini pasar ramadhan dipusatkan di kompleks Gedung Olahraga (GOR) Jalan Moh. Yamin tepat berhadapan dengan rumah jabatan Gubernur Sulteng.

Tahun-tahun sebelumnya, katanya, pasar takjil itu dipusatkan di sekitar Lapangan Vatulemo, Jalan Balai Kota Palu.

Menurut Irmayanti, pasar ramadhan ini bisa menampung ratusan pedagang. Penyiapannya sudah mencapai 75 persen yang nantinya akan diisi sebanyak 192 pedagang, mulai dari pedagang kue hingga pedagang berbagai jenis kuliner.

Menurut Irmayanti, pihaknya memasang sekitar 300 tenda di lokasi itu untuk para pedagang. Setiap pedagang diperkenankan membuka lapak dengan meja berukuran 1,5 meter. Pengaturan lapak dilakukan guna menertibkan pedagang agar tidak berlebihan mengambil tempat.

Dia mengatakan, pasar takjil yang dilaksanakan setahun sekali itu telah menjadi ikon ramadhan di ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini.

"Iya, ini menjadi tradisi setiap ramadhan tiba. Olehnya, kami mencoba memberdayakan perempuan dan ibu-ibu untuk ikut meramaikan pasar ini dengan mengisi lapak-lapak yang disediakan pemerintah," ujrnya.

Setiap pedagang yang memanfaatkan lapak ini akan dipungut biaya penyewaan Rp300.000 saja untuk jangka waktu selama Ramadhan.

"Sewa ini sangat murah karena pemerintah kota memberikan subsidi," ujar Irmayanti.

Namum, katanya, kepada para pedagang yang usahanya sudah cukup tenar dan maju, jika ingin masuk ke lokasi itu harus membangun stan pribadi dan wajib mendaftar ke panitia dengan membayar retribusi Rp1.750.000.

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga