Selasa, 23 Mei 2017

Bulog Sulteng Panen Cabai

id cabai
Bulog Sulteng Panen Cabai
Ilustrasi (kemendag.go.id)
Palu,  (antarasulteng.com) - Badan Urusan Logistik Provinsi Sulawesi Tengah memanen komoditas pangan berupa cabai rawit dan cabai keriting yang diproduksi sendiri meskipun masih dalam skala kecil.

"Cabai yang kami jual di pasar murah ini merupakan produksi sendiri," kata Suprianto, Kepala Bulog Divre Sulteng, di Palu, Jumat.

Ia mengatakan pada Februari 2017, Bulog Sulteng telah meluncurkan gerakan menanam cabai serentak pada sejumlah kabupaten dan kota di Sulteng.

Cabai yang dijual Bulog di pasar murah yang berlangsung di halaman kantor Bulog Sulteng di Kota Palu merupakan hasil panen perdana di halaman gudang beras Bulog di Desa Tolay, Kabupaten Perigi Moutong.

Suprianto enggan menyebutkan jumlah produksi cabai yang ditanam Bulog itu. Namun menurutnya pada penanaman perdana gerakan menanam cabai, Bulog setempat menanam bibit cabai keriting dan cabai rawit sebanyak 5.000 pohon.

"Hanya dalam tempo tiga bulan, cabai sudah dipanen dan hasilnya bagus," katanya lagi.

Bulog menjual cabai rawit di pasar murah dengan harga jauh di bawah harga pasar, yakni Rp25.000/kg. Harga cabai di tingkat pengecer di pasar-pasar tradisional di Palu saat ini paling rendah Rp30.000/kg.

Sedangkan harga cabai keriting dijual Bulog hanya Rp12.000/kg.

Selain menjual cabai, Bulog Sulteng juga menjual sejumlah komoditas pangan lainnya, seperti beras, gula pasir, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, terigu, dan telur ayam.

Beras premium dijual dengan harga Rp9.000/kg, beras super Rp9.900/kg dan beras medium Rp 8.000/kg, minyak goreng Rp11.000/liter, gula pasir Rp12.500/kg, telur ayam Rp33.000/rak, bawang merah Rp18.000/kg, dan bawang putih Rp47.000/kg.

Padahal bawang putih dijual di pasar-pasar tradisional di Palu mencapai Rp60.000/kg.

Selama dua hari digelar pasar murah mendapat perhatian banyak warga yang datang untuk berbelanja berbagai komoditas pangan yang dijual karena harganya relatif murah.(skd) 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga