Kamis, 29 Juni 2017

Pemkot Tetapkan Pasar Lentoran di Masjid Agung

id Lentora, Pasar, Hidayat
Pemkot Tetapkan Pasar Lentoran di Masjid Agung
Wali Kota Palu Hidayat bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah telah menetapkan pasar 'Lentora' di Halaman Masjid Agung Palu. (Foto:ANTARAsulteng/Ridwan/A055)
"Di halaman masjid Agung lebih aman. Sekarang Negara kita sedikit mengalami gejolak dan kurang kondusif. Kami nenghindari aksi teror yang seperti terjadi di kampung Melayu, Jakarta beberapa waktu lalu,"
Palu (antarasulteng.com) - Pemerintah Kota Palu telah menetapkan pusat keramaian malam lebaran sebagai tempat perbelanjaan tahunan yakni pasar 'lentora' di halaman masjid Agung Palu.

"Kami sudah menetapkan halaman masjid Agung sebagai pasar 'lentora'. Hal ini berdasarkan hasil rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah," kata Wali Kota Palu, Hidayat saat membuka pasar takjil di lokasi Yayasan Immanuel, samping Gedung olahraga Jalan Moh. Yamin Palu, Sabtu sore.

Penempatan lokasi pasar 'lentora' menurut, Hidayat, berdasarkan pertimbangan yang matang. Sebab, ia menghindari aksi-aksi kejahatan dan teror yang tengah terjadi di masyarakat.

"Di halaman masjid Agung lebih aman. Sekarang Negara kita sedikit mengalami gejolak dan kurang kondusif. Kami nenghindari aksi teror yang seperti terjadi di kampung Melayu, Jakarta beberapa waktu lalu," jelasnya.

Iya juga menjamin, kemanan ketika pusat keramaian di tempatkan di Masjid Agung.

Dari aktivitas keramaian, paparnya, tidak mengganggu ke khusuhan ibadah shalat Isya dan tarawe di masjid itu. Hal ini berdasarkan pengalaman ramadhan 2016 lalu.

"Saya kira, orang shalat Isya dan Tarawe tidak terganggu. Bahkan dari pengalaman tahun lalu diakhir-akhir Ramadhan orang semakin ramai shalat di masjid ini. Pada saat shalat berlangsung tidak ada aktivitas berbelanja, setelah selesai shalat baru jamaah mampir melihat-lihat jualan," tuturnya.

Selain tidak mengganggu kekhusuhan shalat, di lokasi itu juga katanya, tidak mengganggu arus lalulintas dan tidak menimbulkan kemacetan.

Ia menilai, di satu sisi umat muslim menjalankan dan mendapat nilai ibadah di bulan Ramadhan, para pedagang juga mendapat nilai ekonomis.

"Dari pada kita tempatkan di tempat lain, mending kita di masjid dan juga dari hasil pasar lentora ini ada sumbangan ke masjid, ini juga merupakan nilai ibadah," katanya.

Dari pantauan media ini, lokasi pasar takjil jalam Moh. Yamin yang baru dibuka Wali Kota itu, dipadati pengunjung. Dimana, tenda yang telah disediakan pemerintah juga dipenuhi para pedagang.

Jumlah pedagang yang menjajakan aneka makanannya di pasar takjil mencapai 215 pedagang. Jumlah itu melampaui target yang ditetapkan panitia yakni 190 pedagang.

"Jadi pasar Ramadhan ini ada dua tempat, satu di lokasi Masjid Agung yang dibawahi langsung Dinas Perdagangan dan satu lagi di samping Gedung olahraga," kata Wali Kota.***

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga