Kamis, 19 Oktober 2017

RS Pratama Moutong segera naik status

id Parimo
RS Pratama Moutong segera naik status
Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu (tengah) tampak kesal saat menijau RS Pratama Moutong, Kamis (1/6), karena travo listrik belum juga dipasang PLN sehingga suplai listrik tidak normal. (Antarasulteng.com/Jeprin/Humas Parimo)
Samsurizal minta PLN Moutong segera memasang travo agar suplai listrik ke RS Pratama Moutong itu bisa normal.
Moutong (Antarasulteng.com) - Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu meninjau Rumah Sakit Pratama Moutong, Kamis (1/6), dalam rangkaian safari ramadhan Pemkab Parimo ke bagian utara wilayah kabupaten di Teluk Tomini itu.

Kepada jajaran RS Pratama Moutong, bupati meminta mereka agar terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kebersihan rumah sakit tersebut.

"Saya minta petugas medis dan paramedis di RS ini terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kebersihan, apalagi dalam waktu dekat, rumah sakit itu akan naik status menjadi RS tipe D," ujarnya.

Terkait kondisi listrik yang kurang memadai akibat travo yang belum juga dipasang, bupati mendesak Pimpinan PLN Moutong segera berkoordinasi dengan PLN Cabang Tolitoli agar suplai listrik ke RS itu bisa segera teratasi. 

Travo listrik itu, kata bupati, sangat dibutuhkan RS untuk mendukung sejumlah peralatan medis yang akan difungsikan para dokter ahli. 

Orang nomor satu di Pemeritah Kabupaten Parigi Moutong itu tampak kesal karena apa yang sudah ia perjuangkan selama ini, kurang dindahkan oleh PLN Moutong. Padahal dukungan fasilitas itu semata mata untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat. 

"Sebelumnya saya sudah belikan travo dan kabel listrik standar PLN. Tapi sampai sekarang belum dipasang. Padahal itu travo baru. Belum juga travo itu dipasang malah pimpinan PLN Moutong minta beli yang baru dengan alasan daya travonya kecil," ujarnya dengan nada kesal.

Padahal, katanya, teknis perencanaan pembelian travo ini atas usulan Kepala PLN Moutong yang lama. Seharusnya travo yang baru itu saja dulu dipasang, agar tidak terjadi duplikasi. 

"Kalau yang baru itu tidak dipasang lalu minta beli lagi yang baru, ini akan menjadi temuan badan pemeriksa keuangan. Itu yang harus kita hindari,"kata Samsurizal lagi.

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga