Kamis, 17 Agustus 2017

Wisata Danau Tambing Ditutup Karena Gempa

id tambing
Wisata Danau Tambing Ditutup Karena Gempa
Rusak akibat gempa : Sejumlah sarana dan fasilitas di lokasi obyek Wisata Danau Tambing rusak akibat gempa bumi 6.6 SR yang mengguncang wilayah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada 29 Mei 2017. WC dan Kamar Mandi di lokasi Danau Tambing rusak tertimpah pohon.(Foto doc/BBTNLL)).
Kerugian sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, kata Sudayatna, Kepala TNLL.
Palu, (antarasulteng.com) - Objek wisata Danau Tambing di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah ditutup sementara hingga batas waktu yang belum diketahui untuk menjamin keamanan dan keselamatan para wisatawan setelah daerah itu dilanda gempa bumi tektonik cukup keras.

"Ya sehari setelah gempa bumi tektonik 6,6 SR mengguncang wilayah Napu, Kabupaten Poso pada 29 Mei 2017, Danau Tambing terpaksa ditutup sementara waktu," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL, Sudayatna di Palu, Sabtu.

Ia mengatakan gempa bumi yang berpusat di Wuasa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso dan dirasakan cukup keras di sejumlah daerah di Sulteng, termasuk di Kota Palu dan Sigi, membuat permukaan air danau naik.

Beberapa sarana dan fasilitas yang dibangun di kawasan wisata itu, kata Sudayatna, mengalami kerusakan cukup serius sehingga perlu segera diperbaiki.

Fasilitas yang rusak antara lain lapangan parkir, tanahnya retak-retak seperti patahan dan longsor, pondik peneliti/pengamatan burung rusak berat, jaringan air bersih untuk kebutuhan suplai air di kawasan, kabel listrik dalam tanah dan lainnya.

Kerugian sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Karena banyak fasilitas yang rusak akibat gempa, maka demi kepentingan bersama, termasuk kenyamanan dan keselamatan para pengungjung, maka untuk sementara ditutup.

"Nanti setelah semua sudah diperbaiki akan dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan," kata dia.

Selama objek wisata yang terletak di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara pada ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut tersebut, pihak TNLL dipastikan kehilangan sember pendapatan untuk kas negara cukup besar.

Apalagi, kata Sudayatna jumlah kunjungan wisatawan, termasuk dari manca negara ke objek wisata unggulan Provinsi Sulteng itu semakin meningkat setiap tahunnya.

Setiap hari, khususnya pada hari libur, jumlah pengungjung di Danau Tambing berkisar 500 orang.

Biaya masuk ke lokasi obyek wisata tersebut untuk pelajar/mahasiswa Rp5.000/orang dan wisatawan manca negara Rp200.000/orang.

Danau Tambing berada pada jalur Palu-Napu dapat ditempu dengan naik kendaraan sepeda motor dan mobil dalam waktu dua jam.

Objek wisata itu memiliki sejumlah daya tarik bagi para pengunjung seperti danau dengan airnya yang jerni dan berbagai jenis ikan hidup di dalamnya.

Berikutnya, ada taman anggrek dan tanaman kantong semar, berbagai jenis pohon/kayu endemik, seperti pohon leda, tempat berkemah dan yang banyak disukai wisatawan manca negara adalah pengamatan/penelitian burung.

Danau Tambing bagi wisatawan manca negara merupakan "surganya" burung sehingga sangat cocok bagi tempat pengamatan/penelitian burung.

Di sekitar danau itu terdapat sekitar 275 jenis burung dan 30 persen diantaranya endemik yang hanya ada dan berkembangbiak di kawasan itu.

"Inilah yang sangat menarik dan unik sehingga banyak wiatawan manca negara yang datang ke obyek wisata itu," demikian Sudayatna. (Anas)

Editor: Anas Masa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga