Jumat, 20 Oktober 2017

Gubernur : Waspadai Gerakan Provokasi Atas Nama Agama

id Longki, Agama, Pancasila
Gubernur : Waspadai Gerakan Provokasi Atas Nama Agama
"Akhir-akhir ini ada sekelompok orang yang menyebarkan kebencian dengan cara memprovokasi masyarakat," ungkap Gubernur Sulteng Longki Djanggola di Lapangan Sepakbola Kelurahan Poboya Mantikulore Kota Palu, Minggu (2/7) malam.
Palu (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gerakan provokasi dengan membawa-bawa anjuran agama yang bertujuan memecah belah persatuan.

"Akhir-akhir ini ada sekelompok orang yang menyebarkan kebencian dengan cara memprovokasi masyarakat," ungkap Gubernur Sulteng Longki Djanggola di Lapangan Sepakbola Kelurahan Poboya Mantikulore Kota Palu, Minggu (2/7) malam.

Gubernur mengaku risau dengan adanya provokasi yang bertujuan memecah belah umat di daerahnya. Dia bahkan mengaku mendapat selebaran yang dibuat dan disebar oleh kelompok tertentu yang isinya sangat provokatif.

"Mereka menebar kebencian serta memaksakan pendapat mereka dengan cara menyebar selebaran agar orang lain ikut membenci," ujarnya.

Gubernur mengaku telah mengeluarkan izin atas permohonan pemuda Advent untuk melakukan kegiatan kemah kerja di eks lokasi STQ Palu Jalan Soekarno Hatta.

Namun sekelompok orang menolak pemuda Advent menggunakan eks lokasi STQ dengan pendapat bahwa lokasi iu suci, tidak boleh digunakan oleh kaum non-muslim.

"Ini kan pendapat yang keliru. Suci apa tempat itu ? di situ banyak kotoran ternak, lokasi itu juga telah dipakai oleh berbagai pihak melaksanakan kegiatan sosial," sebutnya.

Terkait hal itu Ketua MUI Palu Prof Dr H Zainal Abidin M.Ag memandang bahwa aksi penolakan yang berujung memprovakasi masyarakat oleh kelompok tertentu merupakan tindakan keliru.

"Eks lokasi STQ kok dibilang suci, apanya yang suci ? disitu menjadi tempat orang pacaran dan berbagai kegiatan," sebutnya.

Ia menganggap bahwa pihak yang menolak dengan alasan tersebut tidak memeliki pengetahuan agama Islam yang luas.

"Kalau hanya mengetahui satu dalil, maka janganlah memaksakan pendapat anda untuk diterima oleh yang lain," tegasnya.

MUI Palu, tegas dia, mendukung pemuda Advent melaksanakan kegiatan sosial berupa kemah kerja di eks lokasi STQ.***

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga