Jumat, 28 Juli 2017

Sigi Siagakan Alat Berat Keruk Longsor Kulawi

id longsor
Sigi Siagakan Alat Berat Keruk Longsor Kulawi
Ilustrasi longsor (FOTO ANTARA/Basri Marzuki)
Sigi,  (antarasulteng.com) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menurunkan dua alat berat untuk mengeruk material longsor yang menutup jalan menuju Kecamatan Kulawi dan Pipikoro.

Bupati Sigi Mohammad Irwan Lapatta, Rabu mengaku telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum kabupaten itu untuk menurunkan alat berat bersihkan material longsor agar akses masyarakat tidak tertutup.

"Memang wilayah ini rawan longsor. Ketika hujan mengguyur dengan waktu yang cukup lama, maka berpotensi menimbulkan bencana alam banjir dan longsor," ungkap Mohammad Irwan Lapatta.

Mohammad Irwan Lapatta mengaku menemukan beberapa titik longsor saat melakukan perjalanan ke Bolapapu Kulawi Raya, Selasa (11/7) malam, saat hujan mengguyur daerah tersebut.

Karena itu, dia memerintahkan BPBD dan Organisasi Perangkat Daerah lainnya untuk melakukan perencanaan penanggulangan bencana di daerah tersebut.

"Bencana alam di daerah ini tidak boleh terjadi secara terus-menerus dan berulang-ulang. Ini harus ada upaya dan solusi untuk mencegahnya," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat di daerah tersebut untuk menjaga kualitas lingkungan dan hutan, yaitu dengan tidak menebang pohon sembaranga.

Dua warga Kabupaten Sigi meninggal dunia pada Selasa (11/7) malam di pegunungan Desa Salua dan Sadaunta Kecamatan Kulawi.

Keduanya meninggal dunia terseret banjir yang datang secara tiba-tiba dari gunung ketika keduanya melintas dengan kendaraan roda dua.

Banjir sekaligus longsor menutup akses jalan menuju Kulawi Raya dan Pipikoro serta Kecamatan Lindu, namun telah dikeruk dengan alat berat oleh Pemkab Sigi.

Pada Rabu terdapat kurang lebih 15 titik longsor dari Desa Tuva sampai Sadaunta Kecamatan Kulawi. (skd) 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga