Jumat, 28 Juli 2017

Jalur Trans Sulteng-Gorontalo Sudah Normal

id Jalan, Longsor, Parimo
Jalur Trans Sulteng-Gorontalo Sudah Normal
Kondisi jalur trans Sulawesi di Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah yang tertimbun longsor pada Sabtu (15/7) subuh. Kini jalur trans sulawesi yang melintasi daerah ini sudah bisa dilalui. (Foto: WayaWidana)
"Memang kondisinya masih cukup memprihatinkan, tetapi kendaraan sudah lancar melewati kawasan itu,"
Parigi (antarasulteng.com) - Jalur Trans Sulawesi menuju Gorontalo dan Manado di Desa Ogomojolo, Kabupaten Parigi Muotong, Sulawesi Tengah yang sebelumnya sempat tertimbun longsor, kini sudah kembali normal.

"Memang kondisinya masih cukup memprihatinkan, tetapi kendaraan sudah lancar melewati kawasan itu," kata Sinyo, salah seorang sopir bis angkutan kota antarprovinsi (AKAP) Palu-Gotontalo-Manado, Senin.

Ia mengatakan pada Sabtu pekan lalu, badan jalan jalur Trans Sulawesi di Desa Ogomojolo tersebut tertutup material tanah dan batu-batuan yang longsor.

Selama beberapa jam kendaraan dari arah Palu menuju Gorontalo dan Manado dan sebaliknya,terpaksa harus menunggu karena adanya perbaikan jalan oleh Dinas Bina Marga.

Namun, setelah material tanah longsor yang menutupi badan jalan sudah dapat dibersihkan, maka kendaraan sudah bisa melanjutkan perjalanan.

Upaya perbaikan sangat cepat dilakukan oleh instansi terkait karena memang jalur Trans Sulawesi itu setiap harinya sangat ramai dilewati kendaraan.

Selain rawan bencana tanah longsor, jalur Trans Sulawesi juga rawan kecelakaan sehingga para pengendara, termasuk bis-bis AKAP perlu ekstra hati-hati.

Apalagi, kata dia, poros jalan Trans Sulawesi Taweli-Toboli atau selama ini dikenal dengan jalur "Kebun Kopi". Jalur itu juga sangat rawan longsor dan kecelakaan lalulintas karena disisi kiri dan kanan jalan adalah tebing dan jurang cukup dalam.

Selain itu,sepanjang jalur tersebut terdapat sekitar 300 tikungan tajam yang selama ini sudah sering terjadi tabrakan.

Jalur Kebun Kopi sangat ramai sekali karena merupakan jalur utama jalan nasional penghubung Trans Sulawesi ke Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Saat melintas di jalur tersebut, pengedara rata-rata mengurangi kecepatan dan sangat ekstra hati-hati. ***

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga