Selasa, 17 Oktober 2017

Mahasiswa Baru IAIN Palu Deklarasi Anti Radikalisme

id Radikalisme, Pancasila, NKRI
Mahasiswa Baru IAIN Palu Deklarasi Anti Radikalisme
Salah satu gerakan anti radikalisme di Palu yang dilakukan organisasi kepemudaan GP.Anshor, KNPI, Laskar Merah Putih, PMII, Garda Bangsa, Granat, GAMKI, AMSI, HPA dan forum jurnalis Sigi sepakat tangkal radikalisme. (Muhammad Hajiji)
"Panitia sepakat untuk menggelar deklarasi anti gerakan dan faham radikalisme, yang nantinya akan dideklarasikan oleh mahasiswa baru,"
Palu (antarasulteng.com) - Mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, akan mendeklarasikan anti gerakan radikalisme, sebagai bentuk penolakan terhadap gerakan tersebut.

Sekretaris Panitia Opak 2017 IAIN Palu, Ulumuddin mengemukakan di Palu, Selasa, deklarasi anti gerakan radikalisme merupakan satu rangkaian yang wajib untuk dilaksanakan di perguruan tinggi Islam negeri ini.

"Panitia sepakat untuk menggelar deklarasi anti gerakan dan faham radikalisme, yang nantinya akan dideklarasikan oleh mahasiswa baru," ungkap Ulumuddin.

Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah ini menyebut deklarasi tersebut sekaligus membendung stigma masyarakat yang berkembang bahwa, kampus Islam merupakan tempat atau sarang munculnya orang-orang penganut gerakan radikalisme.

Ia menegaskan IAIN Palu merupakan lembaga pendidikan yang tidak memberikan kesempatakan kepada pihak-pihak tertentu untuk mengembangkan faham radikalisme.

IAIN Palu, sebut dia, secara tegas menolak adanya faham radikalisme, dikarenakan bertentangan dengan kesatuan dan keutuhan negara serta pancasila dan nilai-nilai demokrasi.

Terkait hal itu Rektor IAIN Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg mendukung langkah panitia untuk menggelar deklarasi anti radikalisme di dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi IAIN Palu.

"Tidak boleh faham radikalisme ada di kampus, apalagi menyebar dan mengembangkan faham yang tidak sesuai dengan ideologi negara," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa IAIN Palu menargetkan 2.000 mahasiswa baru pada penerimaan mahasiswa tahun 2017.***

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga