Rabu, 18 Oktober 2017

Pemda Poso Gelar Apel Pemuda Sulteng Bersatu

id Poso, Apel, Pemuda
"Mari kita bekerjasama memutus mata rantai terorisme radikalisme dan fanatisme serta dengan menjauhi perilaku kekerasan dan main hakim sendiri, narkoba dan pergaulan bebas yang tidak bermartabat, yang melemahkan karakter dan kualitas Pemuda sebagai
Poso (antarasulteng.com) - Pemerintah Kabupaten Poso bersama TNI menggelar Apel Pemuda Sulteng Bersatu dan dibuka resmi Bupati Poso Darmin Sigilipu di lapangan Batalyon 714 Sintuwu Maroso, Rabu.

Acara yang dihadiri 1.500 pemuda dari 10 kabupaten di Sulteng tersebut juga dihadiri Gubernur Longki Djanggola diwakili Asisten I Provinsi Sulteng Arif Latjuba, Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiarto, Wadankolakops Tinombala Kolonel Setyo, Ketua Pengadilan Poso Mochamad Yuli Hadi, Kajari Poso Sukarman, Kapenrem Korem 132 Tadulako Mayor Dedy.

Darmin saat membacakan sambutan Gubernur mengatakan Apel Pemuda Bersatu Sulteng pagi tersebut merupakan wujud kebulatan tekad dan penegasan sikap yang kolektif dari seluruh insan pemuda-pemudi Sulawesi Tengah untuk berpikir setia terhadap negara kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, Undang-undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. 

Dirinya berharap seluruh pemuda se Sulteng khususnya Kabupaten Poso, untuk terus menambah kapasitas diri mempersiapkan mental pengetahuan fisik dan karakter. 

"Saya mengharapkan kepada saudara agar selalu siap siaga, dalam mewaspadai dan menanggulangi berbagai bentuk ancaman fisik maupun nonfisik yang bisa membahayakan kedaulatan NKRI maupun ketahanan daerah Sulawesi Tengah dan Kabupaten Poso yang kita cintai," katanya.

Darmin mengatakan peran pemuda dalam perspektif sangat penting dan strategis untuk mengantisipasi ancaman di wilayah masing-masing karena pemuda merupakan ujung tombak, melakukan deteksi dini atas sinyal-sinyal yang ingin merusak stabilitas keamanan di Sulawesi Tengah dan khususnya Poso. 

Apel Pemuda bersatu tahun 2017, menghidupkan kembali semangat toleransi dan gotong royong yang ada dalam setiap slogan-slogan kearifan asli Sulawesi Tengah dan khususnya Poso sebagai solusi menetralisir praktik-praktik adu domba lewat penyebaran fitnah dan hoax.

"Mari kita bekerjasama memutus mata rantai terorisme radikalisme dan fanatisme serta dengan menjauhi perilaku kekerasan dan main hakim sendiri, narkoba dan pergaulan bebas yang tidak bermartabat, yang  melemahkan karakter dan kualitas Pemuda sebagai generasi penerus calon pemimpin masa depan Sulawesi Tengah dan Poso yang lebih baik," katanya. 

Acara Apel Pemuda Sulteng Bersatu itu, merupakan kegiatan yang diprakasai TNI bekerja sama Pemerintah Kabupaten Poso. Kegiatan itu untuk meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan, serta toleransi sebagai generasi penerus bangsa dalam hubungan antara pemuda di Sulawesi Tengah. 

Dalam kegiatan selama dua hari yang berakhir pada Jumat itu, peserta pemuda akan diberikan materi untuk memahami tentang wawasan nusantara, bela negara, pancasila dan UUD 1945, proxy war, narkoba dan peradikalisasi, serta 
Pemuda mampu melaksanakan baris berbaris, bongkar pasang tenda, psi lapangan, kamtibmas, penanggulangan bencana alam, yel-yel, jiwa korsa dan karya bhakti.

Acara yang baru dilaksanakan di Sulteng tersebut, direncanakan akan ditutup Pangdam XIII Merdeka, Mayjen Ganip Warsito. Pangdam juga akan memberikan sejumlah materi kepada pemuda tentang wawasan kebangsaan.***

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga