Selasa, 17 Oktober 2017

Anggota GAPKI diminta bantu padamkan kebakaran di luar kawasan

id Sawit
Anggota GAPKI diminta bantu padamkan kebakaran di luar kawasan
Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono (Antarasulteng.com/Istimewa)
GAPKI sudah bentuk 350 desa Peduli Api di seluruh Indonesia
Pekanbaru (Antarasulteng.com) - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono mengingatkan anggotanya untuk tidak main-main dengan masalah kebakaran lahan. 

Ia meminta semua anggota GAPKI membantu mengantisipasi dan mengatasi kebakaran lahan yang terjadi di luar konsesi perusahaan.

"Persoalan kebakaran ini adalah masalah kita semua dan GAPKI berkomitmen untuk all out membantu pemerintah mengatasi kebakaran lahan. Termasuk jika kebakaran lahan itu terjadi di lahan masyarakat, dengan sekuat tenaga kita bantu untuk padamkan," kata Joko Supriyono usai melantik Pengurus GAPKI Riau periode 2017-2020 di Pekanbaru, Jumat (11/8). 

Hadir dalam pelantikan pengurus tersebut Gubernur Riau H. Arsyad Djuliandi Rachman.

Ia mengatakan sektor perkebunan kelapa sawit kerap menjadi sorotan setiap terjadi kebakaran lahan termasuk kebakaran yang terjadi di Provinsi Riau. Karena itu, mencegah dan memadamkan terjadinya kebakaran hanya di dalam konsesi perusahaan tidak cukup. 

"Perusahaan perkebunan kelapa sawit juga harus proaktif mencegah terjadinya kebakaran di lahan masyarakat," pintanya.

"Kalau perusahaan membakar lahan saya pastikan tidak mungkin, karena itu melanggar hukum dan konsekuensinya sangat berat. Tetapi jika kena api akibat kebakaran di luar konsesi, perusahaan dianggap lalai dan tetap kena sanksi," ujar Joko lagi.

Karena itu, katanya, kewaspadaan dan kesiapsiagaan perusahaan sawit dalam mencegah terjadinya kebakaran harus terus ditingkatkan. Apalagi saat memasuki musim kemarau yang lebih rentan munculnya titik api.

Ia juga meminta perusahaan-perusahaan anggota GAPKI untuk proaktif mengajak peran serta masyarakat dalam ikut mengantisipasi dan mengatasi kebakaran lahan. 

Saat ini, GAPKI telah membentuk 350 desa peduli api di seluruh Indonesia dimana di dalamnya selain komponen perusahaan juga ada keterlibatan langsung dari masyarakat.

"Jumlah desa peduli api harus terus ditambah di seluruh Indonesia. Seluruh anggota GAPKI harus juga meningkatkan kerja sama dan koordiansi dengan pemerintah, BNPB, juga aparat TNI/ Polri," katanya.

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga