Kamis, 17 Agustus 2017

Parigi Moutong segera miliki pabrik gula

id Parimo
Parigi Moutong segera miliki pabrik gula
Foto bersama Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu dan Direksi Sudeva Grup sebelum penanaman perdana bibit tebu di Tinombo, Jumat (11/8) (Antarasulteng.com/Jeprin )
Pabrik ini membutuhkan tebu 6.000 ton setiap hari
Parigi (Antarasulteng.com) - Satu lagi khabar gembira dari Parigi Moutong di bawah kepemimpinan Bupati Samsurizal Tombolotutu dan Wabub Badrun Nggai.

Mereka berdua sukses meyakinkan sebuah perusahaan India di bawah bendera Sudeva Group untuk membangun pabrik gula di Desa Sigenti Barat, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dalam waktu dekat ini.

Presiden Direktur PT. Sudevam Grup Mr. Lalit Kumar Ritital mengatakan di Tinombo, Jumat, izin prinsip pendirian pabrik sudah terbit baik dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan maupun izin prinsip dari Gubernur Sulawesi Tengah.

"Izin prinsipnya semua sudah selesai, tinggal memulai konstruksi saja," kata Lalit Kumar pada acara penanaman perdana klasifikasi bibit tebu di Kecamatan Tinombo, Jum`at.

Lalit Kumar belum menyebut berapa besar investasi untuk membangun pabrik itu kecuali menyebut bahwa pabrik itu akan dibangun di atas areal 160 hektare dan membutuhkan tebu sebagai bahan baku sebanyak 6.000 ton tiap hari.

Menurut Lalit Kumar, perusahaannya memilih Kabupaten Parigi Moutong untuk investasi pabrik gula ini karena kandungan gula dalam tebu yang ditanam di Kabupaten Parigi Moutong jauh lebih baik dibanding daerah lainnya di Sulawesi Tengah.

Ia menceriterakan bahwa selama empat bulan ia bersama ahli tanaman dari India meneliti di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Hasilnya, tebu di wilayah Moutong, Tinombo dan Tinombo Selatan memiliki kandungan gula yang sangat baik sehingga akhirnya pilihan untuk lokasi pabrik jatuh di Desa Sigenti Barat, Kecamatan Tinombo Selatan.

"Hasil peneletian tebu yang ada disini saya bawa ke India, di sana ahlinya bilang bahwa kami membawa tebu yang disuntik karena rasanya manis sekali, padahal itu tebu dari Parigi Moutong," ungkapnya.

Sebelum memulai pembangunan pabrik, pihaknya akan melakukan pembibitan tebu dengan tiga varietas yang telah lolos uji. Penanaman bibit tebu itu secara simbolis dilakukan oleh Bupati Parigi Moutong H Samsurizal Tombolotutu, Presiden Direktur PT. Sudevam Grup Mr Lalit Kumar Ritital bersama enam camat di wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong, di desa Tinombo, Jum`at.

Ia mengajak masyarakat agar mulai saat ini menanami lahan-lahan kosong dengan tebu dan pihaknya akan memfasilitasi penyediaan bibit dan pupuk termasuk mengajarkan masyarakat bagaimana cara menanam tebu yang baik dan benar.

"Bibitnya akan kami kasih, masyarakat tinggal tanam saja," kata Lalit Kumar sembari menunjuk salah satu tempat pembibitan tebu di depan RTH Tinombo.

Bupati Parigi Moutong H Samsurizal Tombolotutu mengatakan, jika pabrik tebu ini berhasil, yang paling banyak diuntungkan adalah masyarakat karena lapangan pekerjaan akan terbuka lebar.

Samsurizal meminta pihak perusahaan agar merekrut tenaga pabrik 90 persen dari warga Parigi Moutong.

"Saya tidak mau kalau karyawannya dari India semua. Ini saya ingatkan. Dengan adanya pabrik ini diharapkan dapat membantu nasyarakat yang selama ini kesulitan mencari lapangan pekerjaan," ujarnya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan alih fungsi lahan.

"Jangan sampai karena peluang ekonomi di tebu menggiurkan, sawah produktif dialihfungsikan menjadi lahan tebu. Kalau itu terjadi saudara saudara akan berurusan dengan Kodim. Itu melanggar aturan," tegasnya. (Jeprin S. Paudy/Humas Pemkab Parimo)

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga