Satu Calon Haji Sulteng Meninggal Dunia

id haji

Prosesi Pemakaman Jenazah di Pemakaman Hudai. (www.antarasulteng/istimewa)

Iya benar, calon haji yang meninggal dunia atas nama Abdul Ghani Bin Abdul Hafid Tang dari kelompok terbang (Kloter) 06 Balikpapan (BPN)
Palu,  (antarasulteng.com) - Satu orang jamaah calon haji (JCH) asal Provinsi Sulawesi Tengah dinyatakan meninggal dunia di Mekah, Arab Saudi, Sabtu 19 Agustus 2017 Pukul 21.30 Waktu Arab Saudi.

"Iya benar, calon haji yang meninggal dunia atas nama Abdul Ghani Bin Abdul Hafid Tang dari kelompok terbang (Kloter) 06 Balikpapan (BPN)," kata salah seorang petugas Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) Sulteng, H. Munif Godal dihubungi dari Palu, Minggu.

Abdul Ghani Bin Abdul Hafid Tang (69) merupakan jamaah Kloter 06 BPN dengan nomor pasport B6585336, merupakan warga Dusun I Bambapun, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli.

"Almarhum ditemukan meninggal dunia di kamar hotel, oleh ketua regu mereka," ungkap Munif.

Munif menyatakan dalam buku kesehatan almarhum, ia dinyatakan sehat, tetapi karena faktor usia, sehingga almarhum harus menggunakan kursi roda saat melakukan tawaf.

Munif menuturkan setelah salat Ashar waktu setempat, almarhum sempat diberi makan dan juga dibuatkan sus. Setelah shalat magrib, almarhum sempat berbincang panjang dengan isterinya, namun setelah sholat isya, almarhum menyuruh isterinya untuk tidur.

"Informasi dari Ketua Kloter 06 BPN asal Sulteng Jumade, meninggalnya almarhum pertama kali diketahui oleh ketua regunya, yang saat itu ingin mengantarkan makanan pada almarhum. Dia ditemukan sudah tidak bergerak dalam posisi tidur, dengan posisi tangan takbiratul ihram," ungkap Munif.

Almarhum kemudian dishalatkan di Masjidil Haram, usai shalat subuh kemarin, dan langsung dimakamkan di pemakaman umum Hudai. Usai pemakaman, jamaah Kloter 06 BPN Sulteng, langsung melakukan kegiatan yasinan untuk mendoakan almarhum, di Mushallah Hotel Marasi tempat mereka menginap.

Sementara itu, salah seorang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) asal Sulteng, drg Lutfiah yang juga dihubungi dari Palu menginformasikan bahwa Kondisi suhu udara saat ini di Kota Mekah, masuk dalam ketegori cukup ekstrem sekitar 40 hingga 50 derajat celcius.

"Itu bisa membahayakan jamaah, karena bisa membuat dehidrasi atau kekurangan cairan," katanya.

JCH asal Sulteng, kata Lutfiah diimbau untuk selalu memakai alat pelindung diri (APD) ditengah suhu udara yang cukup tinggi. Alat yang digunakan seperti masker, payung, kaca mata, alas kaki, semprotan spray air untuk mencegah panas, serta mengonsumsi air sesering mungkin, minimal tiga liter setiap hari. (skd) 
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar