Rabu, 20 September 2017

200 anak akan meriahkan pencanangan Parimo sebagai KLA

id dp3a
200 anak akan meriahkan pencanangan Parimo sebagai KLA
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulteng Dra Hj Siti Norma Mardjanu MSI (Amat Radinov)
Acara ini akan dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo
Palu (Antarasulteng.com) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah akan menghadirkan sedikitnya 200 anak pada pencanangan Kabupaten Parigi Moutong sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

"Iya, ada kurang lebih 200 anak yang akan menjemput kehadiran Ibu Negara bersama rombongan," ungkap Kepala DP3A Sulteng Norma Mardjanu di Palu, Senin siang.

DP3A Sulteng dan DP3A Kabupaten Parigi Moutong, sebut dia, bersepakat menghadirkan ratusna anak sekaligus menyanyikan lagu `three Ends` saat menyambut kehadiran Ibu Negara bersama rombongan.

"Ke-200 anak yang akan dihadirkan itu akan ditempatkan secara khusus di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Toraranga di Parigi," sebutnya.

Ia menguraikan bahwa pencanagan Parimo sebagai Kabupaten Layak Anak juga dirangkaikan dengan peninjauan Puskesmas Ramah Anak dan Perpustakaan Ramah Anak di Kota Parigi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

Selain itu, Menteri Yohana Yembise juga akan melihat langsung fasilitas pemutaran film bagi anak untuk menunjang sarana perpustakaan ramah anak sebagai bentuk pendingkatan aspek edukasi anak.

Menteri juga akan meninjau beberapa sekolah dan tempat usaha kreatif antara lain SMPN 3 Parimo, SMAN 1 Parimo, Paud serta usaha kreatif milik kelompok perempuan di Kabupaten Parigi Moutong.

"Sebenarnya kegiatan yang kami rancang cukup banyak karena sehari sebelumnya, Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan akan mengunjungi tempat yang telah kami siapkan yaitu, Puskesmas Ramah Anak, Perpustakaan Ramah Anak. Juga terdapat di Parigi ada perpustakaan dengan ruang khusus pemutaran film anak," urainya.

Pihaknya berharap peninjauan beberapa fasilitas tersebut dilaksanakan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menteri Yohana Yembise.

"Ibu Negara kan waktunya terbatas. Namun kita lihat perkembangan dan situasi di lapangan. Akan tetapi untuk kunjungan Menteri Yohana tetap dilaksanakan tgl 26 September 2017," terangnya.

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga