Sabtu, 23 September 2017

Legislator: Perusahaan Sawit Tidak Dukung Kelistikrikan Pemerintah

id listrik
Legislator: Perusahaan Sawit Tidak Dukung Kelistikrikan Pemerintah
Ilustrasi (antaranews)
Palu, (antarasulteng.com) - Legislator DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Muh. Masykur menyatakan dua anak perusahaan kelapa sawit Astra Agro Lestari yakni PT Pasangkayu dan PT Mamuang, dianggap tidak memiliki itikad baik, dalam mendukung terpenuhinya listrik untuk masyarakat di Kecamatan Riopakava, Kabupaten Donggala.

"Itu merupakan program pemerintah untuk masyarakat," katanya di Palu, Kamis.

Masykur menjelaskan di tahun 2017 ini, PT. PLN Area Palu akan meresmikan aliran listrik ke Kecamatan Riopakava, namun jaringan yang menuju wilayah itu terhambat dengan pepohonan sawit milik perusahaan. Masih sekitar 100 pohon kelapa sawit yang harus ditebang agar tidak mengganggu jaringan listrik.

"PLN sendiri sudah melakukan langkah koodinasi dengan pemerintah daerah dan manajemen perusahaan, tapi tetap saja permintaan ini tidak dipenuhi kedua perusahaan tersebut," ungkap ketua Fraksi Partai Nasdem itu.

Dia merasa heran dengan sikap perusahaan, karena dianggap tidak ada penghargaan dan penghormatan sedikit pun terhadap program yang dicanangkan pemerintah pusat.

Masykur menegaskan, sebagai anak perusahaan PT Astra Agro Lestari (AAL) yang notabene perusahaan raksasa perkebunan kelapa sawit, semestinya PT Pasangkayu dan PT Mamuang bersikap lebih manusiawi ketimbang mempertahankan pohon kelapanya.

Menurutnya, ada ribuan masyarakat Kecamatan Riopakava yang hari ini menanti dengan suka cita daerahnya akan dilistriki, setelah selama puluhan tahun mereka hidup dalam kondisi gelap gulita, hanya dibantu dengan penerangan seadanya. Itupun bagi kalangan tertentu yang mampu membeli alat penerangan seperti mesin genset.

"Bagi warga Riopakava salah satu penghormatan sesungguhnya kehadiran negara ditengah mereka tatkala sumber penerangan listrik sudah menerangi kampung mereka. Dan ini yang menjadi penantian panjang bagi mereka," ujar Masykur.

Menurutnya, sudah cukup negara memberi kemudahan berinvestasi kepada perusahaan, sehingga ketika negara melalui pemerintah menjalankan program untuk melistriki daerah yang masih gelap, maka sepatutnya diberi dukungan, bukan malah menghambat.

Diketahui, program listrik Kecamatan Riopakava ini ditarik dari wilayah Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara sepanjang 40 kilometer.

Tahun 2016, sebanyak tujuh desa terpasang, yakni Desa Mintimakmur, Pantalobete, Polanto Jaya, Riomukti, Bukit Indah, Lalundu dan Polando Jaya. Sementara di tahun 2017, empat desa, yakni Bonemarawa, Mbulava, Ngovi Pakava dan Panca Mukti.

Di tahun 2018, PLN akan menuntaskan pembangunan jaringan listrik di Desa Taviora, Tinaoka dan Pakava. Sehingga diharapkan sampai tahun depan sebanyak 14 desa di Kecamatan Riopakava sudah menikmati sarana penerangan.

Sehingga dia mendesak kepada pimpinan PT. Pasangkayu dan PT. Mamuang segera memenuhi permintaan PT. PLN Cabang Palu terkait penebangan sekitar 100 pohon kelapa sawit.

Hal tersebut dibenarkan oleh Manager PLN Area Palu, Emir Muhaimin bahwa pihaknya belum bisa mengalirkan tegangan listrik secara kontinyu, karena akan berakibat gangguan pada mesin pembangkit PLN di Pasangkayu.

Selain itu pihaknya telah meminta kepada Bupati Donggala dan Mamuju untuk membantu menyelesaikan hal tersebut. Karena program listrik masuk desa, merupakan program negara dan program bersama, sehingga dia berharap semua pihak dapat bekerjasama.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Astra Agro Lestari Celebes 1 Budi Sarwono menyatakan pihaknya tidak ada masalah dengan program tersebut, karena perusahaan tetap mendukung program kelistrikan bagi masyaraat. Tetapi kata dia, saat ini perusahaan hanya menunggu dan menyesuaikan kapan PLN akan melakukan penarikan bentangan kabel listrik.

"Yang saat ini masih tiangnya saja berdiri. Jangan sampai, kami sudah melakukan penebangan, tetapi listriknya belum masuk ke masyarakat," katanya.

Menurut Budi, pihaknya berkaca pada pengalaman sebelumnya, saat program listrik masuk di arah Lalulundu, pihaknya sudah menebang sekitar 400 pohon kelapa sawit. Namun hingga empat tahun lamanya, listrik tersebut belum juga selesai. (skd)

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga