Senin, 23 Oktober 2017

Prof Zainal - Putri Anggreni Pembaca Naskah Deklarasi Aksi Kebangsaan

id mui
Prof Zainal - Putri Anggreni Pembaca Naskah Deklarasi Aksi Kebangsaan
Rektor IAIN Palu sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, Prof. Dr. H. Zainal Abidin M.Ag, menyampaikan orasi pada Nusantara Bersatu di anjungan Nusantara Kota Palu. (Muhammad Hajiji)
Bali,  (Antarasulteng.com) - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Zainal Abidin MAg dan Rektor Universitas Mahendradatta, Bali, Dr Putri Anggreni MPd akan menjadi pembaca naskah deklarasi aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme, di Nusa Dua Convention Center, Denpasar, Selasa (26/9).

"Panitia pengarah bersepakat untuk menunjuk atau mempercayakan dua pimpinan perguruan tinggi ini sebagai pembaca naskah deklarasi," ungkap Rektor IAIN Palu Prof DR H Zainal Abidin MAg yang dihubungi di Denpasar, Senin.

Prof Zainal yang juga menjadi panitia pengarah aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme itu menyebutkan bahwa sampai saat ini terdapat 2.000 lebih delegasi perguruan tinggi di Indonesia telah tiba di Bali.

"Peserta dari berbagai perguruan tinggi telah melakukan registrasi untuk aksi kebangsaan melawan radikalisme," ujarnya.

Tokoh pembaharuan dalam Islam ini menyebut peserta masih akan berdatangan hingga malam ini dan esok hari.

Panitia menargetkan sekitar 3.000 perguruan tinggi se-Indonesia akan mengirim delegasinya dan bersama-sama melakukan aksi kebangsaan lawan radikalisme.

Deklarasi kebangsaan itu antara lain menyebutkan bahwa perguruan tinggi adalah pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang bertujuan menemukan dan menegakkan kebenaran serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa, negara dan kemanusiaan.

Bahwa muncul kecenderungan dan berkembangnya ajaran-ajaran atau faham yang bersifat radikal di Indonesia, yang mengajarkan kekerasan dalam mencapai tujuan, dengan mengatasnamakan agama, suku, ras dan antar golongan, atau yang bertentangan dengan Pancasila, adalah keadaan yang membahayakan bangsa, negara dan kemanusiaan.

Bahwa perguruan tinggi se-Indonesia harus mengambil sikap jelas dan tegas dalam mencegah, melawan radikalisme dan mengambil peran nyata dalam membela pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai wujud kepedulian, dan tanggung jawab kepada bangsa dan negara Indonesia.

Atas dasar pemikiran tersebut dan dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Kami pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia menyatakan :

1. Satu Ideologi, Pancasila.

2. Satu Konstitusi, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

3. Satu Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Satu Semboyan, Bineka Tunggal Ika.

5. Satu Tekad, Melawan Radikalisme dan Intoleransi.

Bali, 26 September 2017

Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia.

Prof Dr H Zainal Abidin MAg juga menyebutkan bahwa aksi kebangsaan perguruan tinggi negeri se-Indonesia itu akan dihadiri Presiden Joko Widodo yang dijadwlakan tiba di Denpasar, Senin (25/9) malam.

Editor: Anas Masa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga