Senin, 23 Oktober 2017

Lokasi Pameran TTG Nasional Dipadati Warga

id ttg
Lokasi Pameran TTG Nasional Dipadati Warga
PAMERAN TTG DIBANJIRI WARGA Stan pameran teknologi unggulan di arena Teknologi Tepat Guna ke-19 (TTG) di Kabupaten Parigi Moutong dibanjiri warga setempat, Rabu (26/9) malam. (Foto: Antarasulteng/Moh Ridwan)
Palu,  (antarasulteng.com) - Eks Sail Tomini Kayubura Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang digunakan sebagai pusat Gelar Teknologi Tepat Guna ke-19 dipadati warga setempat, Rabu.

Animo masyarakat untuk melihat sejumlah produk teknologi karya anak bangsa di pameran itu cukup tinggi.

"Antusias warga Parigi cukup tinggi mengunjungi kegitan ini sampai-sampai jalan macet. Ini artinya masyarakat mendukung kegitan yang dilaksanakan pemerintah," kata Bupati Parigi Moutong Rizal Tombolotutu, Rabu.

Dia berharap dengan digelarnya pameran bertaraf nasional itu dapat memunculkan dan memacu inovasi baru dari masyarakat setempat.

Animo masyarakat juga terlihat dari padatnya arus lalulintas yang melintasi jalan poros Trans Sulawesi baik kendaraan roda dua dan empat yang berkunjung ke tempat tersebut.

Bahkan kondisi arus lalulintas di jalan protokol itu beberapa kali macet.

Sudah dua hari berturut-turut kegiatan itu digelar, antusias warga untuk mengunjungi lokasi eks Sail Tomini itu tidak pernah surut bahkan semakin hari semakin padat.

TTG yang menjadi hajatan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong ini menghadirkan sekitar 30 stan pameran dari berbagai provinsi di tanah air.

Pameran teknologi unggulan ini menyuguhkan berbagai teknologi yang memiliki nilai jual, seperti mesin insinerator atau mesin pengolah sampah yang diproduksi Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang mendapat predikat juara lomba TTG di daerah tersebut.

Pengunjung bukan hanya berkunjung dan melihat macam-macam jenis TTG yang dipamerkan, namun warga juga antusias mengunjungi stan-stan yang telah disediakan panitia untuk gelar produk lokal lainnya termasuk jajanan kuliner khas lokal.

"Kegiatan ini cukup bermanfaat, masyarakat bisa mengunjungi stan-stan pameran bukan hanya sekadar datang melihat tetapi juga mendapat ilmu, dengan berbagai teknologi yang dipamerkan setidaknya kita bisa belajar, siapa tau ada yang mau memproduksi ini kan tidak menutup kemungkinan," kata Yusuf, seorang pengunjung dari Parigi.

Kegiatan ini memicu perputaran ekonomi dan menguntungkan bagi pelaku usaha kuliner dan UKM lainnya yang menjajakan dagangannya di lokasi tersebut.

Kegiatan gelar TTG ini dibuka 25 September dan puncaknya berlangsung Kamis (27/9) dan rencananya dihadiri Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Eko Putro Sandjojo. (skd) 

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga