Selasa, 17 Oktober 2017

Muswil Pemuda Pancasila Sulteng Ditunda

id pemuda, pancasila
Muswil Pemuda Pancasila Sulteng Ditunda
Pemuda Pancasila (pemudapancasila.or.id)
Palu,  (antarasulteng.com) - Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Provinsi Sulawesi Tengah yang sedianya akhir September 2017, ditunda sampai 14 - 15 Oktober 2017.

Ketua Panitia Pelaksana Muswil VI Pemuda Pancasila Sulteng, Muh. Husain Borahima di Palu, Kamis, mengatakan penundaan Muswil disebabkan jadwal Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila KRMH Japto Soeryosoemarno bertepatan dengan kunjungannya ke luar negeri.

"Kami harus menyesuaikan dengan jadwal beliau," katanya dan menambahkan bahwa persiapan panitia sudah mencapai 90 persen tinggal membenahi beberapa hal yang tersisa saja.

Husain memperkirakan lebih dari dua ribu kader akan hadir pada Muswil kali ini. Bahkan kader Pemuda Pancasila dari daerah tetangga seperti Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara akan ikut berpartisipasi dalam perhelatan tersebut.

Dalam Pelaksanaan Muswil ini, akan dilaksanakan Musyawarah Wilayah Srikandi Pemuda Pancasila dan Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Sulawesi Tengah. Selain itu akan dilaksanakan konvoi keliling Kota Palu yang diberi nama Pawai Merawat Pancasila.

Sebelumnya Ketua MPW PP Sulteng HM Arus Abdul Karim mengatakan Muswil itu digelar sebagai wujud dari konsolidasi dan penyegaran organisasi.

"Muswil ini juga dilaksanakan karena telah berakhir satu masa bakti kepengurusan saya sebagai Ketua MPW PP Sulteng," katanya.

Menurut Arus dalam pelaksanaan Muswil itu, Pemuda Pancasila sebagai organisasi penjaga marwah ideologi bangsa, akan mempertegas kepada masyarakat bahwa ideologi Pancasila itu sudah final dan tidak bisa diutak-atik lagi.

Kata Arus, saat ini ada sejumlah pihak yang hendak mengembangkan organisasi yang bertentangan dengan Pancasila. Kelompok itu bahkan telah masuk hingga ke kampus dan sekolah. Mereka merekrut kader-kader muda, mencuci otak anak-anak muda sehingga menjadi antipancasila.

"Tidak boleh ada ideologi lain di wilayah hukum NKRI. Pancasila adalah kesepakatan bangsa yang harus dijaga. Siapa yang hendak menganggu Pancasila akan berhadapan dengan Pemuda Pancasila," tegas HM Arus Abdul Karim yang juga Ketua Partai Golkar Sulteng ini.

Oleh karena itu, Arus kembali menegaskan, pihaknya akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak, dalam rangka memperkuat ideologi Pancasila itu. (skd)

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga