Minggu, 22 Oktober 2017

Obyek Wisata Danau Tambing Kembali Dipadati Pengunjung

id tambing
Obyek Wisata Danau Tambing Kembali Dipadati Pengunjung
Danau Tambing (Antarasulteng.com/mu. hajiji)
Palu,  (antarasulteng.com) - Obyek wisata Danau Tambing di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah kembali dipadati pengunjung, termasuk dari daerah lainnya.

"Pengunjung dalam dua hari ini cukup banyak dibandingkan sebelumnya," kata salah seorang petugas dari Balai Taman Nasional Lore LIndu (TNLL) yang ada di obyek wisata itu, Sabtu.

Petugas dari TNLL yang enggan disebut namanya tersebut mengatakan cukup terkejut dengan jumlah pengunjung yang datang dalam dua hari ini karena membludak.

Para pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Sulteng seperti Kota Palu dan sejumlah desa di Kabupaten Sigi dan Poso, tetapi ada juga datang dari luar seperti Sulsel, Sulbar, Sulut dan bahkan dari Pulau Jawa.

Yang dari luar, kemungkinan besar mereka hadir di Palu dalam rangka kegiatan Pekan Budaya Indonesia (PBI) yang juga bersamaan dengan Pesona Palu Namoni (PPN).

Sesuai data menunjukan, jumlah pengunjung obyek wisata Danau Tambing dalam dua hari terakhir ini (29-30 September 2017), sekitar 600 orang.

Dalam kondisi normal rata-rata hanya berkisar 300-400 orang.

Kepala Balai Besar TNLL, Sudayatna sebelumnya mengatakan Danau Tambing telah ditetapkan menjadi salah satu destinasi wisatawa unggulan yang mendapat perhatian besar pemerintah pusat dan daerah.

Danau Tambing terletak di atas ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut. Lokasinya terletak di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso.

Obyek wisata tersebut sangat mudah dijangkau baik dengan kendaraan sepeda motor maupun mobil karena berada pada jalur Trans Sulawesi Palu-Napu.

Jalan dari Kota Palu sampai ke lokasi obyek wisata yang unik dan menarik itu sudah dilapisi aspal dan dapat ditempuh hanya dalam waktu 2,5 jam.

Danau Tambing, kata Kepala TNLL, Sudayatna merupakan salah satu dari sejumlah obyek wisata yang ada di dalam kawasan Taman Nasional.

Taman Nasional Lore Lindu senditi sebagian masuk dalam wilayah Kabupaten Poso dan sebagian lagi Kabupaten Sigi (dahulu sebelum pemekaran) adalah Kabupaten Donggala.

Luas kawasan lindung yang telah ditetapkan UNESCO sebagai cagar biosfer tersebut mencapai 217.000 hektare.

Khususnya obyek wisata Danau Tambing, kata dia, dihuni lebih 200 jenis burung dan sekitar 30 persen diantaranya satwa endemik yang tidak ada di daerah lain.

Kawasan tersebut menjadi "surga" bagi berbagai ratusan jenis burung yang hidup dan berkemangbiak di hutan sekitarnya. Bahkan banyak pengamat dan peneliti burung dari berbagai belahan dunia yang datang hanya untuk melihat dan meneliti satwa-satwa yang ada dan berkembang di obyek wisata tersebut. (skd) 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga