Jumat, 20 Oktober 2017

BI Sulteng Bantu Pengembangan Tenun Songket Donggala

id BI Sulteng, Ikat Tenun Donggala
BI Sulteng Bantu Pengembangan Tenun Songket Donggala
Kepala BI Sulteng Miyono menyerahkan simbolis bantuan peralatan tenun gedongan, kepada perwakilan perserta pelatihan, Selasa (10/10). (www.antarasulteng.com/Istimewa)
Pelatihan itu merupakan bagian dari peran Bank Indonesia dalam meningkatkan akses dan jangkauan UMKM terhadap perbankan
Palu, (sulteng.antaranews.com) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah industri kreatif tenun kain songket Donggala.

Bantuan itu diberikan dalam bentuk pelatihan peningkatan mutu produk dan penyerahan 16 unit peralatan tenun gedogan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan dibuka Kepala BI Sulteng Miyono di gedung Kasiromu, BI Sulteng, Selasa (10/10).

Miyono dalam rilisnya, Rabu, menjelaskan pelatihan itu merupakan bagian dari peran Bank Indonesia dalam meningkatkan akses dan jangkauan UMKM terhadap perbankan. Serta melihat pengembangan industri kreatif tenun songket Donggala, dapat menjadi salah satu alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru yang cukup berpotensi di Sulawesi Tengah.

"Bantuan alat tenun itu diserahkan kepada kelompok Lestari Indah dan kelompok pengrajin Bana Sabe dari Kabupaten Donggala," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara KPw BI Sulteng dengan UKM Anugerah Sutra dan UKM binaan Dekranasda, sebagai mitra untuk memfasilitasi pemasaran hasil produk para pengrajin sekaligus sebagai mentor dalam pelatihan.

Kegiatan pelatihan akan dilaksanakan selama 8 hari dimulai 10 Oktober 2017 hingga 19 Oktober 2017 yang dipusatkan di workshop milik UKM Indo Sutera Mandiri di jalan Mangga, Kota Palu. Narasumber yang akan mengisi pelatihan yakni Musbihin, salah seorang penggiat tenun/batik dari Kota Jepara, Jawa Tengah.

Musbihin dinilai memiliki keterampilan dan keahlian dalam melakukan pewarnaan kain/benang tenun yang tidak luntur, sehingga kualitas tenun ikat Donggala yang dihasilkan oleh pengrajin semakin baik dan bernilai tinggi.

Miyono menjelaskan bahwa ekonomi Sulteng saat ini, perlu mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Sulteng, lebih mengandalkan dari sektor sumber daya alam.

Miyono sendiri berharap, melalui pelatihan tersebut, kualitas produk tenun ikat Donggala yang dihasilkan oleh pelaku usaha UMKM binaan BI Sulteng akan semakin meningkat dan juga bernilai tinggi. (FZI)

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga