Jumat, 20 Oktober 2017

Gubernur: Lima Tahun Terakhir Sulteng Surplus Beras

id logki
Gubernur: Lima Tahun Terakhir Sulteng Surplus Beras
Gubernur Sulteng Longki Djanggola .(Foto:Antarasulteng/Humasprov) (hdhdhd)
Palu,  (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyatakan selama lima tahun terakhir provinsi tersebut surplus ketahanan pangan, khususnya beras, sehingga bisa memperdagangkan ke luar daerah.

"Capaian produksi padi Sulteng tercatat sebesar 1.103.168 ton gabah kering giling. Bila dikonversi ke beras dengan angka rafaksi 62,74 persen, maka dihasilkan sebesar 597.210 ton beras. Sementara jumlah penduduk Sulteng sekitar 2.950.189 jiwa," katanya di Palu, Jumat.

Ia mengatakan jika kebutuhan konsumsi warga sekitar 139,15 kilogram per kapita per tahun maka kebutuhan beras Sulteng sekitar 410.519 ton.

"Masih ada surplus beras sekitar 186.691 ton," ungkapnya.

Surplus beras di Sulteng itu, katanya, sebagian besar diperdagangkan antardaerah dan antarpulau, seperti ke Provinsi Gorontalo, Maluku Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Gubernur Longki juga menyatakan dukungan terhadap upaya mewujudkan swasembada pangan menuju kedaulatan pangan secara nasional serta menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Ia mengatakan Sulteng termasuk salah satu di antara 34 provinsi yang diharapkan mendukung dan memberikan kontribusinya terhadap program tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng pada 2016, luas lahan sawah sekitar 148.442 hektare, lahan kering sekitar 468.234 hektare untuk tegalan atau kebun, serta ladang atau huma sekitar 170.996 hektare.

Ia mengakui bahwa upaya mewujudkan daerah setempat surplus beras itu, disertai dengan tantangan yang segera diatasi, antara lain kondisi infrastruktur yang belum memadai, kebutuhan pangan, fenomena perubahan iklim, generasi muda yang enggan bekerja di sektor pertanian, dan perbaikan nilai tukar petani (NTP).

"Hingga bagaimana mengurangi kemiskinan, terutama di pedesaan, yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian," ujarnya. (skd) 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga